LaSEF 2026 Perkuat Ekosistem Ekonomi Syariah Lampung Melalui Pemberdayaan UMKM Hingga Penguatan Industri Halal

14

BANDAR LAMPUNG, BERITAANDA – Sharia Economic Festival (LaSEF) 2026 diselenggarakan pada 8–10 Mei 2026 di Lampung City Mall, Bandar Lampung.

Hingga 10 Mei 2026, LaSEF 2026 berhasil menarik sekitar 7 ribu pengunjung, mendorong transaksi penjualan hingga ratusan juta rupiah, serta menjembatani kebutuhan permodalan pelaku usaha melalui komitmen business matching senilai Rp230 miliar untuk tahun 2026. Program tersebut terlaksana melalui kolaborasi dengan OJK Provinsi Lampung dan mitra perbankan syariah.

Selama tiga hari penyelenggaraan, LaSEF 2026 menghadirkan berbagai program strategis yang menyentuh langsung masyarakat melalui pemberdayaan UMKM, penguatan halal lifestyle, literasi ekonomi syariah, talkshow edukatif, hingga berbagai kompetisi kreatif ekonomi syariah.

Kegiatan tersebut diwujudkan melalui kolaborasi dengan lebih dari 40 pelaku usaha yang menghadirkan beragam produk, mulai dari kuliner, olahan pangan dan minuman, kopi khas Lampung, hingga produk wastra daerah.

Berbagai kompetisi turut memeriahkan rangkaian LaSEF 2026, diantaranya Lampung Brewpreneur Challenge 2026, Harmony in Syariah: Nasyid Competition, serta Kompetisi Dakwah Ekonomi Syariah. Ajang tersebut menjadi ruang ekspresi bagi barista, grup nasyid, dan dai muda berbakat di Provinsi Lampung.

Selain itu, LaSEF 2026 juga menghadirkan booth Ketahanan Pangan melalui pembagian bibit cabai gratis sebagai bentuk dukungan terhadap kemandirian pangan melalui pilar Penguatan Halal Value Chain.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Bimo Epyanto menyampaikan, bahwa penyelenggaraan LaSEF 2026 merupakan bagian dari komitmen Bank Indonesia dalam memperkuat ekonomi syariah sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru yang inklusif dan berkelanjutan.

Menurutnya, melalui sinergi bersama pemerintah daerah, perbankan, lembaga keuangan syariah, akademisi, pondok pesantren, dan pelaku usaha, ekonomi syariah diharapkan mampu menjadi penggerak utama penguatan sektor riil dan pemberdayaan masyarakat di Provinsi Lampung.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal turut menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan LaSEF 2026 yang dinilai bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk nyata dukungan Bank Indonesia terhadap pembangunan daerah.

Berbagai program yang dihadirkan dinilai selaras dengan target prioritas pembangunan daerah dalam RPJMD Provinsi Lampung, khususnya pada penguatan industri halal, pengembangan UMKM, serta kemandirian pesantren. Pemerintah Provinsi Lampung juga mengapresiasi inisiasi Wakaf Sumur Produktif sebagai solusi konkret untuk mendukung produktivitas pertanian di tengah tantangan perubahan iklim dan El Nino.

“Satu sumur membawa seribu keberkahan,” ujar Gubernur Lampung.

LaSEF 2026 merupakan salah satu bentuk komitmen Bank Indonesia dalam mendukung pengembangan ekonomi dan keuangan syariah yang inklusif, berkelanjutan, serta mendorong stabilitas dan kemandirian ekonomi di tingkat provinsi.

Mengangkat tema ‘Sinergi dan Inovasi untuk Ekonomi Keuangan Syariah yang Inklusif dan Berkelanjutan’, kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah sebagai pilar pendukung pertumbuhan daerah.

Pemerintah Provinsi Lampung dan Bank Indonesia sepakat bahwa pengembangan ekonomi syariah membutuhkan sinergi dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Momentum LaSEF 2026 diharapkan menjadi pijakan awal dalam memperkuat transformasi ekonomi daerah yang berlandaskan nilai keberlanjutan, inklusivitas, dan kesejahteraan masyarakat.

LaSEF 2026 bukan menjadi akhir dari rangkaian pengembangan ekonomi syariah di Lampung, melainkan awal penguatan ekosistem ekonomi syariah sebagai sumber pertumbuhan baru di Sai Bumi Ruwa Jurai.

Rangkaian LaSEF 2026 tidak hanya menjadi wadah pengembangan bakat dan kreativitas generasi muda Provinsi Lampung, tetapi juga menjadi bagian dari Road to FESyar Sumatra 2026.

Para pemenang kompetisi akan mewakili Provinsi Lampung pada ajang Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Sumatra 2026.

Melalui penguatan literasi ekonomi syariah, pengembangan talenta kreatif, dan partisipasi generasi muda, Bank Indonesia optimistis Provinsi Lampung mampu meningkatkan daya saing ekonomi syariah di tingkat regional maupun nasional. (*)

Bagaimana Menurut Anda