Resmikan KNMP, Wapres Janji Benahi Infrastruktur dan Izin Nelayan Lampung Timur

8

LAMPUNG TIMUR, BERITAANDA – Wapres Gibran Rakabuming Raka meresmikan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Margasari, Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur, Jumat (8/5/2026). Kehadiran Wapres disambut antusias ribuan warga dan pelajar yang telah memadati lokasi sejak pagi hari.

Turut mendampingi dalam peresmian tersebut, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah, Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan Lotharia Latif, Kepala Desa Margasari Wahyu Jaya, Kapolda Lampung Helfi Assegaf, Pangdam II/Sriwijaya Kristomei Sianturi, jajaran Forkopimda Lampung Timur, serta rombongan Sekretariat Wakil Presiden RI.

Peresmian KNMP menjadi bagian dari upaya pemerintah mendorong transformasi kawasan pesisir menjadi wilayah modern dan produktif. Program inisiatif Kementerian Kelautan dan Perikanan itu diarahkan untuk memperkuat daya saing sektor perikanan dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045.

Dalam sambutannya, Wapres Gibran menegaskan bahwa keberhasilan program prioritas Presiden Prabowo Subianto, khususnya swasembada pangan, membutuhkan dukungan dan gotong royong seluruh elemen masyarakat.

“Pokoknya kita ingin menyukseskan program prioritas dari Bapak Presiden, terutama swasembada pangan. Tapi program ini tidak akan berhasil kalau yang kerja cuma pemerintah. Kita semua harus gotong royong,” ujar Wapres di hadapan nelayan dan petambak.

Ia juga berjanji pemerintah akan melengkapi berbagai kebutuhan infrastruktur secara bertahap guna menunjang aktivitas masyarakat pesisir.

“Akan kita lengkapi satu per satu kekurangannya. Kami mohon waktu untuk melengkapi kekurangan-kekurangan ini,” tambahnya.

Dalam dialog bersama masyarakat, para nelayan menyampaikan persoalan pendangkalan Muara Margasari yang telah berlangsung hampir 30 tahun. Kondisi tersebut membuat kapal harus menunggu hingga enam jam saat air surut untuk bisa masuk ke muara.

Permasalahan itu dinilai semakin kompleks karena ukuran armada nelayan kini meningkat, dari kapal 3–5 GT menjadi hingga 30 GT.

Menanggapi keluhan terkait distribusi solar dan proses perizinan, Wapres menegaskan bahwa pembangunan kampung nelayan tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik.

“Kampung nelayan ini bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi bagaimana nelayan bisa melaut dengan tenang, mudah mendapatkan BBM, dan hasil tangkapannya memiliki harga jual yang baik,” tegasnya.

Sebagai solusi jangka panjang, Wapres menyatakan akan berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana serta kementerian teknis terkait untuk melakukan pengerukan muara.

Bupati Ela Siti Nuryamah menyatakan kesiapan Pemerintah Kabupaten Lampung Timur dalam mendukung program pemerintah pusat agar tepat sasaran di tingkat masyarakat. Menurutnya, Lampung Timur memiliki peran strategis dalam rantai pasok pangan nasional, terutama dari sektor perikanan.

“Kami siap memastikan bahwa program-program pusat dapat terimplementasi secara presisi di tingkat tapak. Sesuai arahan Bapak Wakil Presiden, keberhasilan program pemerintah tidak bisa dicapai secara parsial,” ujarnya.

Terkait distribusi BBM nelayan, Ela menegaskan pihaknya segera berkoordinasi dengan BPH Migas agar penyaluran solar subsidi lebih tepat sasaran.

“Kami juga akan membuka ruang komunikasi lebih luas dan menyederhanakan birokrasi agar produktivitas nelayan tidak terhambat prosedur berbelit,” katanya.

Kawasan KNMP Margasari kini telah dilengkapi berbagai fasilitas penunjang, di antaranya Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN), gudang beku portabel (cold storage), serta pabrik es portabel.

Wapres Gibran bahkan berencana mengkaji model pengelolaan cold storage yang diterapkan di Batam untuk diterapkan di Lampung Timur guna menjaga stabilitas harga komoditas perikanan, termasuk lobster.

Sebelum mengakhiri kunjungannya, Wapres juga menyoroti kondisi akses jalan menuju kawasan pesisir yang dinilai perlu mendapat perhatian serius.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Ela menegaskan pihaknya akan bergerak cepat menindaklanjuti arahan pemerintah pusat.

“Arahan Bapak Wakil Presiden menjadi panduan jelas bagi kami untuk bekerja lebih keras dan lebih cepat dalam mewujudkan Lampung Timur yang mandiri pangan,” pungkasnya. (*)

Bagaimana Menurut Anda