Bupati Sintang Lakukan Sidak, Pantau Harga dan Stok Gapoktin di Pasar

205

SINTANG-KALBAR, BERITAANDA – Memasuki hari kedua bulan suci Ramadhan 1440 Hijriah, Bupati Sintang dr. H. Jarot Winarno,M.Med.PH didamping Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Sintang beserta Kasat Pol PP Kabupaten Sintang, melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk memantau stok dan harga barang kebutuhan pokok dan penting (gapoktin) di Pasar Junjung Buih dan Pasar Sungai Ana Sintang, Selasa (7/5/2019) pagi.

Dari hasil pantauan tersebut, Jarot Winarno mengungkapkan terjadi kenaikan sejumlah gapoktin di kedua pasar tersebut. Namun kenaikan harganya tidak terlalu signifikan, salah satu contoh harga bawang putih yang secara nasional mengalami kenaikan yang cukup tinggi. Tetapi setelah dilakukan sidak tersebut ternyata harganya masih normal-normal saja.

“Harga bawang putih di Pasar Junjung Buih ni untuk yang bagus Rp42.000/Kg, namun harga rata-rata Rp40.000/Kg, bahkan ada yang berani jual dengan harga Rp35.000/Kg. Jadi masih normal-normal saja dan suplainya pun membanjir, karena kita impor. Untuk sayur lain pun juga mengalami kenaikan harga, tapi masih wajar saja. Untuk ikan juga harganya masih normal, tadi saya beli bahan untuk sayur sop untuk tiga kali makan hanya Rp80.000,” kata Jarot.

Sementara untuk harga daging sapi dan ayam, lanjut Jarot, juga mengalami kenaikan. Karena memang setiap hari besar keagamaan dan juga di bulan puasa Ramadhan harganya sangat rentan mengalami kenaikan. Untuk harga daging sapi harganya Rp145.000/Kg dan harga ayam Rp40.000/Kg.

“Tinggi tu harganya, ya kan, kalau kita tidak hati-hati nanti lebaran harga daging sapi bisa-bisa mencapai Rp180.000, harga ayam juga bisa-bisa mencapai Rp60.000, bahkan sampai Rp65.000 nanti. Jadi Kadisperindagkop harus pikir bagaiman cara ngendalikannya,” kata Jarot.

Untuk itu Jarot mengingatkan Disperindagkop dan UKM untuk mengantisipasi lonjakan harga, yakni suplai barang-barang kebutuhan itu harus ‘banjir’, jangan sampai permintaan masyarakat tinggi sementara suplainya kurang.

“Dan yang harus dijamin juga yakni jangan ada penimbunan, stok harus tersedia terus, dan kemudian adanya operasi pasar, sehingga itu sangat membantu kebutuhan masyarakat,” tegas bupati.

Sementara itu Kepala Dinas Perindagkop dan UKM Kabupaten Sintang Sudirman mengatakan, untuk mengantisipasi kenaikan sejumlah harga di pasar, pihaknya nanti akan melakukan operasi pasar untuk beberapa komoditas, seperti telur, daging, dan lainnya. Terutama dalam rangka menghadapi hari raya Idul Fitri 1440 Hijriah mendatang.

“Juga nanti akan dilakukan rapat lintas sektoral dengan instansi terkait untuk membahas hal tersebut,” jelas dia.

“Kita lihat tadi ada memang beberapa komoditas yang naik, itu karena stok yang kurang. Tapi tidak semua. Harga bawang putih tadi kan sampai Rp40.000, tapi tidak seperti di daerah lain yang bisa mencapai Rp170.000 perkilonya,” pungkas Sudirman. (Arni/Humas Pemkab Sintang)

Bagaimana Menurut Anda