Bupati Muara Enim Buka Bimbingan Manasik Haji

235

MUARA ENIM, BERITAANDA – Bupati Muara Enim Ir. H. Ahmad Yani buka acara bimbingan manasik haji di Masjid Agung Muara Enim, Rabu (19/6/2019).

Turut Hadir, Wakil Bupati Muara Enim H. Juarsha, Kakanwil Kemenag Provinsi Sumatera Selatan HM. Alfajri Zabidi S.Pd MM M.Pd. i, Kakanmenag Muara Enim Haji Abdul Harris Putra, para asisten, perwakilan Polres, Kodim 0404 Muara Enim, Rindam Muara Enim, serta Kabag Kesra, Umum, Humas dan Protokol.

Kakanmenag Muara Enim Abdul Harris mengatakan, bahwa peserta bimbingan manasik calon jemaah haji saat ini berjumlah 325 orang.

Sementara itu, Bupati Muara Enim Ahmad Yani dalam sambutannya sekaligus membuka bimbingan manasik haji, menyampaikan selamat datang kepada Kakanwil Kemenag Provinsi Sumsel di Kabupaten Muara Enim.

Dirinya pun mengucapkan terima kasih kepada panitia yang sudah menyelenggarakan acara tersebut.

“Pada hari ini akan diadakan bimbingan manasik haji bagi calon jamaah haji Kabupaten Muara Enim tahun 1440 Hijriah,” kata dia.

“Manasik adalah tata cara dalam melaksanakan ibadah, baik umroh maupun haji, sesuai syariah. Dan merupakan hak yang tidak bisa diabaikan bagi seorang muslim yang akan melaksanakan ibadah haji. Manasik dilaksanakan sebelum perjalanan haji. Dengan mengikuti manasik, setiap calon jamaah haji akan mendapatkan pengetahuan dan tata cara beribadah haji yang sesuai dengan rukun haji,” jelas dia.

“Untuk menjadi haji mabrur memang bergantung pada niat, tetapi juga bagaimana keseriusan dalam memahami ibadah haji secara optimal. Semasa manasik yang akan membantu untuk bisa mendapatkan haji mabrur,” ucap dia lagi.

Haji mabrur, sambung Ahmad Yani, adalah haji yang mampu mengantarkan pelakunya kelak bisa lebih baik daripada sehari-hari, sebelum ia berhaji. Dengan demikian, haji mabrur sudah pasti makbul. Akan tetapi, tidak semua haji makbul menjadi haji mabrur, karena kemakburan haji seorang ditentukan dengan ibadah dan amaliah setelah melaksanakan hajinya.

“Potret haji mabrur tidak hanya dinilai pada saat proses ibadah haji tersebut berlangsung, tapi juga harus dinilai sejak persiapan, termasuk bekal yang halal saat melaksanakan sesuai manasik yang diajarkan dan amalan setelah ibadah haji berakhir,” jelas bupati.

“Saya menghimbau kepada peserta manasik haji setelah di tanah suci nanti agar selalu memelihara dan menjaga kesehatan fisik dan mental dengan sebaik-baiknya. Jangan menganggap remeh untuk memelihara kebugaran jasmani dan mental, jangan takabur, jangan sombong, hindari pertengkaran dan kemarahan yang hanya akan merusak ibadah haji saudara-saudara. Laksanakan, hormatilah adat dan kebiasaan masyarakat setempat, karena kita akan menjadi tamu di negara lain,” ungkap Ahmad Yani sembari mengakhiri sambutan, dilanjutkan membuka bimbingan manasik haji. (Angga)

Bagaimana Menurut Anda