Bupati Iskandar Paparkan Laju Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten OKI

658

KAYUAGUNG-OKI, BERITAANDA – Untuk penyusunan rancangan RPJMD tentunya memperhatikan kondisi saat ini sebagai modal dasar atau bahkan permasalahan mendasar yang harus kita carikan solusinya melalui program-program dalam RPJMD. Karena beberapa indikator makro pembangunan di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) ada yang sudah baik dan ada juga yang masih belum maksimal pencapaiannya.

Hal ini diungkapkan Bupati Ogan Komering Ilir (OKI) H Iskandar, SE saat membuka kegiatan musrenbang RPJMD Kabupeten OKI tahun 2019 – 2024 dengan tema ‘OKI Mandira, Menuju Kemiskinan 1 Digit’. Dilaksanakan di aula kantor Bappeda setempat yang dihadiri perwakilan Bappeda Sumsel, FKPD dalam ruang lingkup Pemerintahan Kabupaten OKI, Rabu (13/3/2019) pagi.

Dijelaskannya, beberapa indikator itu antara lain laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten OKI meningkat menjadi 5,03 persen, Iaju Inflasi kita tekan mencapai 2,57 persen, di bawah rata-rata provinsi dan nasional. Pendapatan perkapita masyarakat kita dongkrak menjadi Rp33.120.000 per tahun dan daya beli masyarakat mencapai Rp10.306.000.

“Tingkat pengangguran terbuka turun di angka 3,33 persen dari 3,48 persen pada tahun 2014 Ialu. Persentase penduduk miskin mampu kita turunkan dari 17,08 persen pada tahun 2015 menjadi 15,28 persen di tahun 2018, dan gini rasio masyarakat kita di angka 0,330,” katanya.

Masih katanya, di bidang pembangunan manusia rata-rata lama sekolah sudah mencapai 7,02 tahun, rata-rata lama harapan sekolah sudah mencapai 11,39 tahun. Angka kematian ibu menurun hingga 80 persen dari 16 kasus pada tahun 2013 menjadi 2 kasus pada tahun 2018. Demikian juga kematian bayi turun menjadi 15 kasus di tahun 2018.

“Usia harapan hidup warga Ogan Komering Ilir telah mencapai 68,04 per tahun. Berkat capaian pembangunan di bidang ini, kita mampu menaikkan indeks pembangunan manusia (IPM) Ogan Komering Ilir dari 63,87 pada tahun 2014 menjadi 66,11 pada tahun 2017,” ujarnya.

Dalam kurun waktu 5 (lima) tahun terakhir, katanya lagi, kita telah meletakkan atau menempatkan program-program prioritas, yaitu mendorong tersedianya infrastruktur dasar yang memadai meliputi jalan, jembatan, Iistrik, air bersih, rumah layak huni, serta transportasi publik.

“Saya sampaikan bahwa saat ini ruas jalan kabupaten dalam kondisi mantap sudah mencapai 70,47 persen dan menyisakan kurang dari 29,53 persen masih dalam kondisi rusak. Jaringan Iistrik sudah dibangun sepanjang 397,563 Km, sementara persentase penduduk dengan sumber air minum yang layak mencapai 65,90 persen dan sanitasi layak mengalami peningkatan sebesar 68,17 persen,” tegasnya.

Prioritas ini terkesan sebagai hal-hal dasar, namun itulah kenyataannya yang dihadapi mayoritas warga Ogan Komering Ilir, yaitu mencukupi hal-hal dasar tersebut. Lanjutnya, dalam kesempatan ini ia mengajak seluruh komponen masyarakat bergandeng tangan, bersinergi, untuk mempertahankan capaian kinerja pembangunan yang sudah baik dan bekerja keras Iagi untuk mengejar ketertinggalan kita pada capaian kinerja beberapa indikator makro yang belum maksimal.

“Sesuai dengan komitmen Gubernur Provinsi Sumatera Selatan dengan seluruh bupati/walikota se-Sumatera Selatan, kita harus mampu menurunkan angka kemiskinan dari 15,28 persen menjadi 1 (satu) digit atau sebesar 9,95 persen. Oleh karenanya, pembangunan Kabupaten OKI harus direncanakan dan dilaksanakan secara utuh, terintegrasi dan tepat lokasi,” imbuhnya.

Namun, lanjutnya lagi, pembangunan bukan hanya dilaksanakan oleh pemerintah daerah saja, tetapi juga dilakukan bersama-sama baik pemerintah provinsi, pemerintah pusat, swasta, dan seluruh komponen masyarakat. Maka sudah saatnya kita rapatkan barisan untuk bersinergi membangun OKI sesuai visi kita 2019 – 2024 agar terwujudnya masyarakat OKI yang lebih maju, mandiri, sejahtera berlandaskan iman dan taqwa.

“Yang diselaraskan dan disinkronisasikan dengan visi Bangsa Indonesia yaitu terwujudnya Indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian berlandaskan gotong-royong, serta visi pemerintah provinsi yaitu Sumatera Selatan maju untuk semua. Untuk memperkuat usaha pelaksanaan visi itu, maka Pemerintah Kabupaten OKI menetapkan 6 misi,” ungkapnya.

Pertama, jelasnya, mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, bersih dan berwibawa. Kedua, melanjutkan pembangunan infrastruktur sarana dan prasarana. Ketiga, meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan dan kesehatan. Keempat, meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Kelima, mewujudkan penataan ruang yang ramah lingkungan. Dan keenam, menciptakan kehidupan sosial budaya masyarakat yang religius, tertib, aman dan nyaman.

“Selanjutnya, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten OKI 2019 – 2024 bukan hanya sebagai dokumen biasa tetapi sebagai acuan dalam pelaksanaan pembangunan selama 5 tahun kedepan dan harus dijabarkan dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RPKD) untuk perencanaan tahunan, dan menjadi pedoman bagi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam penyusunan renstra perangkat daerah,” tandasnya.

Untuk itu, sambungnya, ia minta seluruh kepala perangkat daerah dapat mengikuti proses musrenbang RPJMD ini sampai dengan selesai, sehingga program-program perangkat daerah yang ada di dalam RPJMD dapat dipastikan secara nyata mempunyai daya ungkit maksimal untuk pencapaian visi dan misi Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir dan RPJMD ini dapat diselesaikan tepat waktu sesuai dengan amanat Permendagri Nomor 86 Tahun 2017.

Oleh karena itu, ditambahkannya, diharapkan kepada ketua, wakil ketua dan anggota DPRD yang terhormat, untuk ikut serta mengawal ketika nanti kami ajukan kepada lembaga legislatif untuk ditetapkan dengan peraturan daerah.

“Demikian beberapa hal yang dapat saya sampaikan. Kepada seluruh pemangku kepentingan yang hadir dalam musrenbang RPJMD ini, saya harapkan dapat berperan aktif dalam memberi masukan guna penyempurnaan rancangan RPJMD Kabupaten OKI tahun 2019-2024,” pungkas bupati. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda