Bobby Adhityo Rizaldi Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan Dihadapan Generasi Milenial

117

BATURAJA-OKU, BERITAANDA – Salah satu karakteristik Indonesia sebagai negara-bangsa adalah kebesaran, keluasan dan kemajemukannya.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan terdapat 1.128 suku bangsa dan bahasa, ragam agama dan budaya di sekitar 16.056 pulau. Untuk itu perlu konsepsi, kemauan dan kemampuan yang kuat dan memadai untuk menopang kebesaran, keluasan dan kemajemukan ke-Indonesiaan.

Konsepsi tersebut disebut sebagai empat (4) pilar kehidupan berbangsa dan bernegara atau 4 pilar kebangsaan yang terdiri dari Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, digagas oleh alm. Taufik Kiemas.

4 pilar kebangsaan adalah tiang penyangga yang kokoh (soko guru) agar rakyat Indonesia merasa nyaman, aman, tenteram dan sejahtera serta terhindar dari berbagai macam gangguan dan bencana.

Atas dasar hal itulah, anggota DPR RI dari Fraksi Golkar Bobby Adhityo Rizaldi kembali melakukan sosialisasi 4 pilar kebangsaan di daerah pemilihannya, tepatnya di aula Hotel Grand Kemuning Kota Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKI) Sumatera Selatan (Sumsel), Selasa (26/11/2019).

Bobby Adhityo Rizaldi menyebut bahwa pihaknya tengah gencar melakukan sosialisasi Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.

Ia mengatakan, meski bangsa Indonesia beragam namun bersatu. “Kita berbeda-beda namun bersatu dalam Indonesia,” ujar dia dihadapan puluhan peserta milenial.

“Generasi muda menjadi salah satu komponen penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Di pundak kalian, kelak masa depan bangsa ini akan dibebankan,” tambah Bobby.

Dihadapan generasi muda tersebut, lulusan S2 Cleveland State University USA ini kembali menjelaskan, keempat pilar kebangsaan itu meliputi Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika. “Seluruh komponen bangsa, termasuk generasi muda wajib mengetahui empat pilar ini,” kata dia.

Anggota Komisi I DPR RI ini kemudian menjabarkan peran dari setiap pilar. Pancasila merupakan dasar dan ideologi negara, UUD 1945 yang merupakan ketetapan MPR adalah konstitusi negara, NKRI sebagai bentuk negara, sedangkan Bhinneka Tunggal Ika menjadi semboyan negara.

Menurut pria asli Kayuagung ini, 4 pilar bisa menjadi dasar dalam menjaga toleransi. Keberagaman merupakan hal yang wajar. Sehingga perlu disyukuri sebagai karunia besar bagi bangsa ini.

Bobby mengakui, banyak pihak ingin memecah belah NKRI. Pihak yang tidak suka dengan keutuhan bangsa, berusaha memecah belah dengan membawa isu SARA.

“Upaya memecah belah tidak hanya antar umat beragama. Tapi juga umat satu agama dengan membawa isu perbedaan madzab atau paham,” ingat dia.

Karena itu, lanjut dia, agar tidak terjebak dalam jurang perpecahan akibat isu SARA, setiap komponen bangsa perlu dikuatkan pemahamannya pada empat pilar kebangsaan.

“Generasi muda harus memahami bahwa negara ini dibangun dengan keberagaman. Karena itu yang dikedepankan adalah kepentingan bangsa, bukan kepentingan golongan tertentu,” pungkas dia kepada peserta yang antusias dengan materi yang diberikan oleh Bobby tersebut.

Di akhir acara, Bobby bersama tim sempat membagikan sejumlah bingkisan untuk peserta yang aktif bertanya dan memberikan tanggapan selama acara sosialisasi berlangsung. (*)

Bagaimana Menurut Anda