Bersama Menghadapi Covid-19, Persfektif Surat Al-Ashri

187

Oleh: HM. Albarr, Lc, M.HI (Sekretaris Umum MUI Kabupaten Musi Banyuasin)

BERITAANDA – Asal muasal munculnya Covid-19 sudah tidak asing di telinga masyarakat dunia. China tercatat sebagai negara yang pertama kali melaporkan kasus Covid-19 di dunia. China melaporkan adanya penyakit baru ini pada 31 Desember 2019.

Pada pengujung tahun 2019 itu, kantor Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di China mendapatkan pemberitahuan tentang adanya sejenis pneumoni yang penyebabnya tidak diketahui. Infeksi pernapasan akut yang menyerang paru-paru itu terdeteksi di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China.

Seiring perjalanan waktu, bagaikan hembusan angin, virus ini menyebar dengan cepat dan mudah hampir keseluruh negara di dunia, termasuk Indonesia. Awalnya isu corona ini cenderung ditanggapi santai oleh pemerintah dan masyarakat Indonesia, terlihat dari candaan yang banyak dilontarkan terhadap virus corona.

Baru kemudian tersentak, setelah Presiden Jokowi mengumumkan dua pasien pertama positif virus Covid-19 pada tanggal 2 Maret 2020. Penyebaran virus corona ini berlangsung begitu cepat tersebar keseluruh provinsi di Indonesia.

Karakter virus corona yang penyebarannya sangat mudah dan cepat memberikan dampak yang  begitu dahsyat bagi sendi-sendi kehidupan manusia. Baik sosial, ekonomi, bahkan dalam pelaksanaan aktivitas keagamaan. Seluruh even-even besar dibatalkan, kegiatan belajar mengajar di sekolah di liburkan, banyak pekerja di rumahkan hingga pelaksanaan ibadah yang harus dialihkan dari masjid ke rumah.

Bagaimana kita menyikapi kondisi demikian?

Sebagai seorang muslim kita telah diberikan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala sebuah panduan dan pedoman yang sangat luar biasa lengkap dalam menghadapi problematika kehidupan di dunia ini, terkhusus dalam kondisi pandemik virus corona. Pedoman itu adalah Alquran.

Salah satu surat di dalam Alquran yangbdapat dijadikan sebagai pedoman dalam menghadapi kondisi saat ini yaitu surat Al-Ashri.

Imam Syafii menyebutkan, “kalau manusia seluruhnya berkenan merenungkan surat ini, sudahlah cukup baginya”. 

Syeikh Muhammad bin Sholih Al-Utsaimin menjelaskan perkataan Imam Syafi’i bahwa surat ini telah cukup bagi manusia untuk mendorong mereka berpegang teguh agama Allah dengan beriman, beramal shalih, berdakwah kepada Allah dan bersabar menjalani kehidupan.

Mengapa surat Al-Ashr?, bagaimana penerapannya dalam menghadapi kondisi penyebaran virus corona ini? tentuakan menimbulkan tanda tanya yang luar biasa bagi kita kaum muslim. Menurut Ibnu Abbas dan jumhur surat ini tergolong surat Makkiyah. Surat ini tergolong surat terpendek hanya terdiri dari 3 ayat. Meskipun pendek, kandunganya ini amat mendalam, di dalamnya terdapat hakekat kehidupan umat manusia sebagaimana dikehendaki Islam. Surat ini menjelaskan kepada kita faktor-faktor yang membuat kita tetap istiqomah dan selamat dalam kondisi saat ini.

“Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.”

Ar-Razi menekankan pentingnya surat Al-Ashr bahwa mencari selamat bukanlah untuk diri sendiri tetapi secara kolektif.

Al-Ashr berarti masa yang di dalamnya berlangsung berbagai kegiatan manusia. Saat ini manusia sedang dalam suatu masa yang akan terkenang dalam sejarah kehidupan manusia, dimana mereka mengalami suatu kondisi yang sangat jauh berbeda dengan yang mereka alaminya sebelumnya, yaitu kondisi penyebaran virus corona.

Dalam menjalani masa ini, manusia ada yang beruntung atau selamat dan ada yang merugi atau tidak selamat.

Dalam persfekti surat Al-Ashr ini ada empat prinsip yang dapat menjadikan kita tetap istiqomah dan selamat dalam menghadapi kondisi saat ini.

PertamaIman. Iman adalah pondasi dasar kita dalam menyikapi setiap peristiwa yang terjadi di dunia. Setiap sikap yang lahir adalah sikap yang berdasarkan bimbingan ilahiah. Orang yang beriman meyakini bahwa setiap peristiwa yang terjadi di dunia ini termasuk wabah virus corona pasti atas izin Allah Subhanahu Wa Ta’ala atau atas perintahnya. Maka orang yang beriman akan menerima kondisi ini dengan keimanan dan kesabaran serta diimbangi dengan rasa optimis bahwa ada hikmah yang besar dibalik terjadinya wabah ini.

Orang yang beriman pandai mengambil pelajaran dari setiap peristiwa yang terjadi pada dirinya, sehingga terus memotivasi untuk mendekatkan dirinya kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Orang beriman yakin jika Allah berkehendak, maka wabah ini akan segera hilang dari muka bumi ini.

Bagaimana Menurut Anda