Bangun Generasi Tanpa Narkoba, BNNK OKI Perkuat Ketahanan Keluarga di Desa Sukarami

13

OGAN KOMERING ILIR, BERITAANDA – Badan Narkotika Nasional Kabupaten Ogan Komering Ilir (BNNK OKI) terus memperkuat ketahanan keluarga sebagai benteng utama dalam menghadapi ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Setelah sukses melaksanakan kegiatan pada hari pertama, kini giliran hari kedua intervensi pelaksanaan program ketahanan keluarga anti narkoba yang digelar di Desa Sukarami, Kecamatan Tanjung Lubuk, Kabupaten OKI, Selasa (3/11/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB hingga selesai tersebut merupakan bagian dari program non-DIPA BNNK OKI yang bersumber dari DIPA BNNK OKI Nomor SP DIPA-066.01.2.403709/2026. Program ini bukan sekadar penyuluhan biasa, melainkan bentuk intervensi langsung yang menyasar fondasi utama kehidupan masyarakat, yakni keluarga.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala BNNK OKI AKBP Irfan Arsanto S.Sos, didampingi Ketua Tim Pencegahan Masrohaya L Gaol SKM M.Kes, Penata Layanan Operasional Yessy Tri Anggraini SH, serta staf Mario Septiawan S.P.

Kepala BNNK OKI AKBP Irfan Arsanto menegaskan, bahwa keluarga merupakan garis pertahanan pertama dan paling utama dalam upaya memerangi narkoba. Menurutnya, keluarga yang kuat akan mampu membangun daya tangkal anak terhadap berbagai bujuk rayu serta ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

“Ketahanan keluarga itu bukan hanya soal ekonomi, tapi soal komunikasi, soal bagaimana orang tua memahami anaknya, dan bagaimana anak bisa terbuka kepada orang tuanya. Kalau itu kuat, narkoba tidak akan punya celah untuk masuk,” ujar AKBP Irfan Arsanto disela-sela kegiatan.

Berbeda dengan kegiatan penyuluhan konvensional yang cenderung berlangsung satu arah, program ketahanan keluarga anti narkoba di Desa Sukarami ini dirancang secara interaktif. Pelaksanaannya dibagi menjadi tiga sesi utama yang berlangsung secara paralel dan saling melengkapi.

Sesi Pertama: Orang Tua Belajar Mengubah Perilaku Menantang

Pada sesi orang tua/wali yang mengusung tema ‘Mengubah Perilaku Menantang’, peserta diajak memahami bahwa perilaku anak yang dianggap nakal, membangkang, atau sulit diatur sering kali merupakan sinyal bahwa anak membutuhkan perhatian, ingin didengarkan, serta memerlukan pendekatan yang berbeda.

Sesi ini dipandu oleh narasumber dari Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten OKI Ida Royati S.S.T M.Kes, bersama fasilitator orang tua, Ketua Tim Pencegahan Masrohaya L Gaol SKM M.Kes.

Dalam sesi tersebut, para orang tua tidak hanya menerima materi secara teori, tetapi juga diajak berdiskusi, berbagi pengalaman, serta mempraktikkan pola komunikasi yang lebih positif. Materi yang dibahas meliputi cara menegur anak tanpa harus memarahi, menerapkan aturan secara tegas tetapi tetap penuh kasih sayang, hingga membangun kepercayaan agar anak tidak mencari pelarian melalui pergaulan yang salah.

“Kadang kita sebagai orang tua terlalu fokus melarang, tapi lupa mendengarkan. Padahal anak yang merasa didengarkan di rumah, dia tidak akan mencari pelarian di luar,” jelas Ida Royati.

Sesi Kedua: Anak Belajar Menangani Stres

Sementara itu, di ruangan terpisah, anak-anak dan remaja Desa Sukarami mengikuti sesi khusus bertema ‘Menangani Stres’. Sesi ini menjadi sangat penting karena pada usia remaja, tekanan akibat kegiatan belajar, persoalan pertemanan, hingga masalah keluarga dapat menjadi salah satu faktor yang meningkatkan kerentanan terhadap penyalahgunaan narkoba.

Sesi tersebut dipandu oleh narasumber psikolog dari SMK Negeri 2 Kayuagung Rodes Barma S.Psi bersama fasilitator anak, Yessy Tri Anggraini SH.

Dengan bahasa yang santai dan mudah dipahami, Rodes Barma mengajak para peserta mengenali pengertian stres, memahami bagaimana stres dapat memengaruhi tubuh dan pikiran, serta mempelajari cara mengelolanya secara sehat. Anak-anak juga didorong untuk berani bercerita, berani mengatakan tidak terhadap ajakan negatif, serta mencari kegiatan positif untuk mengelola stres, seperti berolahraga, berkesenian, dan membantu orang tua.

“Stres itu wajar, semua orang pernah stres. Yang tidak wajar itu kalau stres dilampiaskan dengan narkoba. Narkoba tidak pernah menyelesaikan masalah, justru menambah masalah baru,” pesan Rodes Barma kepada para peserta yang tampak antusias mengikuti kegiatan.

Sesi Ketiga: Keluarga Belajar Memahami Satu Sama Lain

Puncak kegiatan hari kedua ini berlangsung pada sesi keluarga dengan tema ‘Belajar Tentang Satu Sama Lain’. Dalam sesi ini, orang tua dan anak dipertemukan dalam satu ruangan untuk saling mengenal lebih dekat, memahami perasaan satu sama lain, serta menghargai peran masing-masing dalam keluarga.

Sesi tersebut dipandu bersama oleh Ida Royati S.S.T M.Kes, Rodes Barma S.Psi, Masrohaya L Gaol SKM M.Kes, dan Yessy Tri Anggraini SH. Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh haru ketika orang tua dan anak diminta saling mengungkapkan harapan serta rasa sayang yang selama ini mungkin jarang disampaikan secara langsung.

Sejumlah peserta mengaku baru pertama kali mengikuti kegiatan seperti ini. Mereka menilai kegiatan tersebut membuka wawasan bahwa ketahanan keluarga dapat dibangun melalui hal-hal sederhana, seperti obrolan di meja makan, pelukan, serta meluangkan waktu berkualitas bersama keluarga.

Melalui kegiatan ini, BNNK OKI berharap dapat memberikan pemahaman yang komprehensif kepada masyarakat Desa Sukarami mengenai bahaya narkoba. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu mendorong pemanfaatan berbagai sumber daya yang tersedia di desa untuk mendukung program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

Desa Sukarami dipilih sebagai lokasi intervensi karena dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi Desa Bersinar (Desa Bersih Narkoba), dengan dukungan keluarga-keluarga yang tangguh, harmonis, dan memiliki kepedulian terhadap upaya pencegahan narkoba.

“Kami ingin Desa Sukarami ini menjadi contoh. Kalau keluarganya kuat, desanya kuat. Kalau desanya kuat, OKI Bersinar, Sumsel Bersinar, dan Indonesia Bersinar itu bukan hanya slogan, tapi benar-benar terwujud,” tambah AKBP Irfan Arsanto.

Kegiatan hari kedua ini ditutup dengan komitmen bersama antara BNNK OKI, pemerintah desa, dan seluruh peserta untuk terus menjaga keluarga serta lingkungan masing-masing dari ancaman bahaya narkoba. Para peserta juga berkomitmen menjadi perpanjangan tangan BNN dalam menyebarluaskan informasi mengenai bahaya narkoba di lingkungan masing-masing.

Dengan berakhirnya kegiatan hari kedua tersebut, BNNK OKI menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya melalui upaya penindakan, tetapi juga mengedepankan langkah pencegahan yang humanis dan menyentuh keluarga sebagai fondasi utama kehidupan berbangsa dan bernegara. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda