Warganet Harapkan MUI OI Berperan Besar Ciptakan Pemilu Bersih

261
Ilustrasi

INDRALAYA-OI, BERITAANDA – Gelaran pesta demokrasi pemilihan umum 2019 tinggal menghitung hari. Dalam upaya menarik simpati masyarakat tersebut, beragam pula manuver dilakukan oleh para caleg-caleg yang maju menjadi kontestan. Dari yang posting hal baik di media sosial, pasang baleho di kiri kanan jalan, dan ada juga yang turun blusukan kesana kemari masuk kampung demi impian untuk menarik simpati masyarakat guna memilihnya pada 17 April mendatang.

Tentunya itu bukanlah hal tabu, dan tak ada larangan dalam mensosialisasikan diri semacam ini. Asalkan tak melanggar UU Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang jelas sudah disajikan guna tertibnya gelaran lima tahunan ini.

Namun kebanyakan teori dan praktek di lapangan berbeda jauh, UU KPU yang jelas mengatur soal larangan money politik (motik) juga kerap diduga dilanggar, serta sanksi dan lain sebagainya juga tak terendus sedemikian rupa, sehingga para pelaku motik ini bebas bergentayangan.

Akibat besarnya juga, masyarakat makin ternoda bak kena ‘perkosa’. Kebanyakan berubah pemikiran kalau tak ada uang abang tak sayang. Sehingga fakta di lapangan, uang menjadi incaran, dan memilih atau tidak memilih para caleg lantaran ada uang atau tidak, serta wawasan caleg atau hal baik mereka bukan lagi jadi perhitungan. Tentu saja ini akan terus menggerus dan merusak tatanan demokrasi bangsa, siapa yang salah?.

Untuk itulah peran besar berbagai pihak juga tentunya diharapkan guna menciptakan pemilu yang bersih, baik bersih secara hukum negara maupun hukum agama. Salah satunya seperti yang diposting oleh warganet asal Kecamatan Tanjung Raja Kabupaten Ogan Ilir (OI) bernama James Aldon ini.

Dirinya mengusulkan agar Majelis Ulama Indonesia (MUI) OI juga turut ambil bagian guna terciptanya pemilu bersih.

Berikut isi tulisannya yang di posting warganet ini, di linimasa akun Facebooknya, Selasa (26/3/2019):

“Coba diusulkan ke MUI Ogan Ilir, supaya ikut serta mengambil bagian dalam peranan menciptakan pemilu bersih, syiarkan di setiap masjid-masjid pada saat khutbah Jumat. Karena pada saat waktu Jumat lah hampir seluruh kalangan muslim berkumpul, buat berapa pekan tema itu, Insya Allah bermanfaat coba dipikirkan usulan ini. Masih ada waktu beberapa pekan lagi untuk dirapatkan,” tulisnya.

Menyikapi hal ini, Najib Subhi selaku Ketua MUI Kabupaten Ogan Ilir pergantian antar waktu (PAW) saat diwawancarai BERITAANDA via ponselnya, juga menyambut baik dengan apa yang diposting oleh netizen tersebut.

Dia mengatakan dalam waktu dekat, akan membahas dengan stakeholder seperti Dewan Masjid Indonesia dan juga Pemkab OI.

“Secara Pribadi saya sangat setuju, tentunya untuk kemaslahatan bersama, usulan tersebut adalah hal positif, dan melalui penyampaian di forum masjid – masjid, lewat khutbah Jumat terkait upaya pemilu bersih itu. Sekali lagi saya sangat apresiasi, Insya Allah dalam waktu dekat kami bisa realisasikan,” terangnya, Rabu (27/3/2019). (Adie)

Bagaimana Menurut Anda