Warga Trans Unit 6 Hadang Konvoi Angkutan Batubara yang Melintas di Jalan Umum

156

MUARA ENIM, BERITAANDA – Warga Trans Unit 6 Desa Muara Harapan Kecamatan Kota Muara Enim Kabupaten Muara Enim kesal dan marah. Pasalnya, puluhan truk angkutan milik PT GPP masih nekat memaksa mengangkut batubara, padahal belum mengantongi izin melintas dari Gubernur Sumsel, di jalan Desa Desa Penanggiran, Kecamatan Gunung Megang, Kabupaten Muara Enim, Kamis (9/5/2019) sekitar pukul 21.00 Wib.

Dari informasi yang berhasil dihimpun di lapangan, Jumat (10/5/2019), warga Trans Unit 6 terpaksa menghentikan dan memukul mundur konvoi angkutan batubara tersebut. Menindaklanjuti surat keputusan Gubernur Sumsel yang melarang truk batubara melintas jalan umum Muara Enim – Palembang. Sedangkan truk tersebut mengangkut batubara dari tambang milik PT WSL yang berlokasi di Kampung Sosial, Desa Karang Raja, Kota Muara Enim.

Truk itu hendak melintas jalan pemukiman warga tersebut menuju jalan lintas Palembang, Desa Penanggiran, Kecamatan Gunung Megang, menuju Palembang.

Terkait permasalahan itu, Kepala Dinas Perhubungan Muara Enim H Riswandar SH MH mengatakan, bahwa truk angkutan batubara PT GPP hingga sampai saat ini memang belum mendapatkan izin dispensasi dari Gubernur Sumsel. Dan pihaknya sudah menyampaikannya, baik kepada perusahaan tersebut maupun ke Dishub Provinsi.

Jika mereka masih nekat membandel memaksakan diri melintas jalan umum, maka permasalahan ini telah menjadi kewenangan aparat keamanan untuk mengambil tindakan.

“Sampai sekarang truk angkutan batubara PT GPP belum mendapat izin dari Gubernur Sumsel. Jika mereka sudah melanggar aturan, tentukan sudah menjadi kewenangan aparat penegak hukum. Yang pasti kita sudah memberikan teguran dan mengingatkan,” tegas Riswandar.

Kapolres Muara Enim AKBP Afner Juwono melalui Kabag Ops. Kompol Irwan Andeta, dikonfirmasi via HP mengaku, belum mendapatkan laporan permasalahan truk yang memaksakan diri hendak melintas tersebut.

“Terimakasih informasinya, akan saya kordinasikan dengan Satlantas dan Sat Reskrim. Jika tidak ada izin akan kita tertibkan,” ujar Irwan.

Sementara itu, Staf Khusus Gubernur Sumsel Alfrenzi Panggarbesi mengaku kaget jika masih ada perusahaan angkutan batubara yang berani melanggar keputusan gubernur. Sebab, pada SK Gubernur Sumsel tersebut sudah jelas truk angkutan batubara dilarang melintas jalan umum Muara Enim – Palembang.

Gubernur tetap konsisten hingga sampai saat ini pada keputusannya melarang truk angkutan batubara melintas jalan umum. Tujuannya untuk mengatur truk batubara agar beroperasi tidak merugikan dan menganggu masyarakat, baik langsung maupun tidak langsung. Karena truk angkutan batubara sudah diatur melalui jalan khusus batubara milik PT Titan.

“Kita minta aparat penegak hukum dan Dinas Perhubungan Muara Enim supaya konsisten melaksanakan keputusan gubernur tersebut. Jika ada yang melanggar supaya ditindak tegas,” tegasnya. (Angga)

Bagaimana Menurut Anda