Alumnus Ponpes Nurul Falah Tapsel Raih Prestasi di Tingkat Dunia

1115
Muhammad Ja'far Hasibuan (kiri) dan KH. Abdullah Harahap, Pengasuh Ponpes Nurul Falah Tamosu Panompuan, Tapsel.

TAPSEL-SUMUT, BERITAANDA – Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Falah Tamosu Panompuan Kecamatan Angkola Timur Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) adalah satu dari sekian banyak ponpes di Tapsel. Tercatat ada 500 orang santriwan-santriwati kini mendalami ilmu agama Islam disini.

Ponpes Nurul Falah berdiri sejak 20 Mei 1993 dan kini dibawah asuhan KH. Abdullah Harahap, selain mengajarkan kitab gundul (kuning), ponpes ini juga menyelenggarakan pendidikan formal berupa Madrasah Tsanawiyah dan Aliyah, ditambah layanan sosial panti jompo.

Sudah sangat banyak putra-putri, baik berasal dari dan luar wilayah Tapsel yang menamatkan pendidikannya di ponpes berusia 26 tahun ini. Alumninya menyebar dan menorehkan beragam prestasi dihampir seluruh penjuru Indonesia. Bahkan mampu menembus kancah internasional.

Dia adalah Muhammad Ja’far Hasibuan. Menghabiskan waktu belajar selama enam tahun lamanya di Ponpes Nurul Falah, lelaki dari kalangan keluarga kurang mampu tersebut belum lama ini dikabarkan berhasil menorehkan prestasi gemilang di tingkat dunia.

Hal itu dibenarkan pengasuh Ponpes Nurul Falah Tamosu Panompuan, KH Abdullah Harahap, yang dilansir dari laman nu.or.id.

Abdullah mengisahkan, dulunya Muhammad Ja’far Hasibuan memang menimba ilmu pendidikan tsanawiyah dan aliyah di ponpes miliknya.

Abdullah yang juga Rais Syuriah PCNU Tapsel ini mengaku, meski Ja’far berasal dari keluarga kurang mampu, tapi berkat kesabaran dan kesungguhan, mantan santrinya yang luar biasa tersebut telah mampu membuatnya mengenyam bangku kuliah di Medan.

Untuk diketahui, Muhammad Ja’far Hasibuan berhasil meraih medali emas di Shanghai International Exhibition of Inventions (CSITF) ke-7, pada 18-20 April 2019. Ja’far meraih medali di bidang kesehatan, berkat temuan dan inovasinya dalam mengolah udang menjadi obat kulit.

Kegiatan ini diinisiasi Kementerian Perdagangan, Kementerian Sains dan Teknologi, Kantor Kekayaan Intelektual Negara dan Pemerintah Kota Shanghai, didukung UNIDO, UNDP dan WIPO, dan diselenggarakan oleh Kamar Dagang Cina untuk Impor dan Ekspor Mesin dan Produk Elektronik, Pusat Pertukaran Teknologi Internasional Shanghai dan Donghao Lansheng (Group) Co, Ltd.

Sejumlah perwakilan dari berbagai belahan dunia ikut serta di even bertaraf internasional itu. Ja’far pun kemukakan temuannya yang disebut biofar shrimp skin care treating human dan animal skin diseases outside and inside yang terinspirasi dari udang halus kecil yang hidup tumbuh berkembang biak di bawah pohon bakau di daerah Asahan, Sumut.

Atas pemaparan temuannya tersebut, selain sukses membawa pulang medali emas, Ja’far menjadi satu-satunya peserta yang menerima penghargaan Special Award dari World Invention Intellectual Property Association (WIIPA), organisasi inovasi penemu di bawah naungan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). (Anwar)

Bagaimana Menurut Anda