Warga Mesuji Raya Heboh, Buruh Harian Ditemukan Tewas di Rumahnya

1283

KAYUAGUNG-OKI, BERITAANDA – Para penghuni camp balian sawit kebun PT Sampoerna Agro, Tbk yang berada di Desa Dabuk Makmur Kecamatan Mesuji Raya Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Provinsi Sumatera Selatan mendadak heboh, Rabu (24/4/2019) pagi.

Pasalnya, Ungkap Sitohang (59), tetangga mereka yang kesehariannya bekerja sebagai buruh harian di kebun tersebut, ditemukan telah meninggal dunia dengan kondisi tubuh bengkak dan membusuk dalam rumahnya sendiri sekira pukul 07.00 Wib.

Kapolres OKI AKBP Donni Eka Syaputra melalui Paur Subbag Humas Polres OKI IPDA M. Nizar didampingi Kasubsektor Mesuji Raya IPDA Ilham Parlindungan saat dikonfirmasi, membenarkan adanya penemuan mayat tersebut.

“Saat mau keluar rumah untuk beraktivitas, Ade yang tinggal bersebelahan dengan korban, mencium bau menyengat berasal dari rumah korban, dan melihat banyak lalat keluar dari jendela kamar korban, sehingga langsung memanggil tetangga lainnya, Nurhalim,” ungkap dia.

Kemudian, masih katanya, secara bersama-sama keduanya memanggil korban beberapa kali, namun tidak ada sahutan. Curiga akan terjadinya sesuatu, lalu mereka akhirnya menghubungi Kasubsektor Mesuji Raya IPDA Ilham Parlindungan.

“Setelah mendapati info tersebut, kemudian Kasubsektor memerintahkan anggota Bhabinkamtibmas, Bripka Agus Widhi untuk menuju ke lokasi dan melakukan olah TKP. Setibanya Bripka Agus Widhi, bersama-sama warga membuka paksa pintu rumah korban,” ujarnya.

Ketika berhasil dibuka, katanya lagi, korban ditemukan dalam kondisi terlentang dengan tubuh sudah bengkak dan mengeluarkan bau busuk, sehingga Bripka Agus Widhi langsung berkoordinasi petugas medis perusahaan, dr Pasaribu, untuk melihat mayat korban.

“Setelah di cek oleh dr Pasaribu, pada tubuh korban yang sudah bengkak dan membusuk, tidak ditemukan adanya tanda tanda kekerasan, sehingga pihak keluarga meminta agar korban tidak usah diotopsi dengan bersedia melampirkan surat pernyataan serta agar segera dikuburkan,” ungkapnya.

Keterangan dr Pasaribu, lanjutnya, melihat dari kondisi mayat yang ada saat ini diperkirakan sudah meninggal dunia selama 4 hari. Keterangan dari saksi Ade, korban terakhir kali terlihat pada hari Ahad (21/4/2019). Sifat korban dalam kesehariannya sangat pendiam dan tidak pernah bermasalah dengan orang lain.

“Keterangan petugas Bhabinkamtibmas, Bripka Agus Widhi, kondisi rumah korban dalam keadaan terkunci dan barang barang milik korban tidak ada yang hilang (masih lengkap). Dan saat ini korban sudah dibawa oleh pihak keluarganya untuk dikebumikan,” pungkasnya. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda