Wabup Tapsel Hadiri Sosialisasi Hindari Jerat Delik TPK dan TPPU

335

TAPSEL-SUMUT, BERITAANDA – Wakil Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) H. Aswin Efendi Siregar hadiri sosialisasi peraturan perundang-undangan dan produk hukum daerah Provinsi Sumut, di aula Raja Inal Siregar, lantai dua kantor gubernur, Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan, Selasa (29/10/2019).

Sosialiasi dengan tema ‘Menghindari Jerat Delik Korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang’ ini turut dihadiri Kajati Sumatera Utara (Sumut) Fachruddin Siregar, mewakili unsur forkopimda, bupati/walikota se-Sumut, para kepala OPD Pemprov Sumut dan kabupaten/kota, serta pimpinan BUMD Sumut.

Dikatakan Wakil Gubernur Sumut, Musa Rajekshah, pemprov akan terus berupaya memberantas tindak pidana korupsi dan pencucian uang. Untuk itu, sosialisasi pemahaman tentang tindak pidana korupsi (TPK) dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) ini diharapkan bisa menghindarkan para kepala daerah dan pejabat pemerintahan dari jerat tindak pidana tersebut.

“Pada kesempatan yang baik ini, saya mengajak kita semua agar menyikapi makna serta hakekat sosialisasi ini dengan baik. Kita ikuti dengan serius dan ajukan pertanyaan-pertanyaan apa saja yang menjadi kebingungan atau kendala yang dihadapi selama ini,” ujar Wagub Musa Rajekshah.

Sementara itu, menurut Wabup Tapsel, perilaku korupsi dan pencucian uang di kalangan pemerintahan cenderung fluktuatif. Sejauh ini, kata dia, pihaknya senantiasa berupaya memberantas kedua tindak pidana tersebut. Antara lain, dengan membekali para pejabatnya serta pimpinan BUMD berupa wawasan dan pengetahuan di bidang hukum.

“Melalui sosialisasi ini, kiranya dapat menjadi komitmen bersama untuk kita menciptakan pemerintahan yang baik. Meliputi aspek transparansi, partisipasi, dan akuntabilitas, sekaligus konsisten dengan prinsip kebijakan yang akurat, pelaksanaan yang tepat, dan pengawasan yang ketat,” imbuh Aswin.

Pemaparan kiat-kiat menghindari delik korupsi dan TPPU dalam sosialisasi ini disampaikan oleh Jampidsus Adi Toegarisman, beserta Tim Biro Hukum KPK Efi Laila Kholis. Dirangkai dengan sesi diskusi dan tanya jawab, antara peserta dengan narasumber. (Anwar)

Bagaimana Menurut Anda