Peran TKPKD Kabupaten Tapsel Kurangi Angka Kemiskinan

386
Sekda Tapsel Parulian Nasution memimpin rakor TKPKD di aula Bappeda Tapsel, Jalan Prof. Lapran Pane, Sipirok, Selasa (29/10/2019).

TAPSEL-SUMUT, BERITAANDA – Indeks keparahan kemiskinan di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) di tahun 2019 adalah 0,32 persen. Dengan capaian ini, Tapsel berada diposisi yang cukup baik, yakni peringkat ke 13 terendah dari 33 kabupaten/kota se-Provinsi Sumatera Utara (Sumut).

“Angka itu ditelisik dari data yang telah di publish Badan Pusat Statistik (BPS) Tapsel,” sebut wabup selaku Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD), Selasa (29/10/2019), pada saat membuka rapat koordinasi (rakor) kebijakan dan pengendalian pelaksanaan program penanggulangan kemiskinan Kabupaten Tapsel.

Wabup Tapsel yang dikesempatan itu diwakili oleh Sekda Parulian Nasution, didampingi Kadis Sosial Nurdin Pane dan Sekretaris PMPD Mara Tinggi, di aula Kantor Bappeda, Jalan Prof. Lafran Pane, Sipirok, meyakini peran TKPKD Tapsel sangat krusial menanggulangi kemiskinan ke arah kesejahteraan.

Kata Parulian, rakor ini berdayaguna untuk peningkatan sekaligus penguatan lembaga TKPKD melalui optimalisasi peran dan fungsinya. Juga memotivasi dan memperkokoh komitmen segenap pemangku kepentingan, untuk dapat memberikan kontribusi terhadap upaya penanggulangan kemiskinan.

Kebijakan penanggulangan kemiskinan sesuai dengan Perpres No. 96/2015 tentang perubahan atas Perpres No. 15/2010 tentang percepatan penanggulangan kemiskinan. Program ini merupakan kebijakan dan program pemerintah pusat dan daerah secara sistematis, terencana, dan bersinergi dengan dunia usaha dan masyarakat untuk mengurangi angka kemiskinan.

Penanggulangan kemiskinan menjadi agenda prioritas Pemkab Tapsel, juga salah satu tujuan utama pembangunan global. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dengan sustainable development goals (SDG’S) dimulai tahun 2015-2030, menggantikan program sebelumnya millennium development goals (MDGS) yang selesai pada akhir tahun 2015.

“Untuk Kabupaten Tapsel, jumlah penduduk miskin di tahun 2015 sebesar 11,37 persen, tahun 2016 menurun 0,23 menjadi 11,14 persen. Pada tahun 2017 berada di angka 10,60 persen, kemudian menurun 1,44 persen pada tahun 2018 menjadi 9,16 persen dengan angka absolut sekitar 25.630 jiwa,” urai sekda.

Parulian pun menambahkan, rakor ini diharap dapat mendorong terwujudnya koordinasi dan pengendalian program kegiatan penanggulangan kemiskinan dalam upaya untuk mensejahterakan masyarakat, yang bermuara pada perwujudan masyarakat Tapsel yang sehat, cerdas, dan sejahtera.

Sekretaris Bappeda, Irwansyah Harahap menjelaskan, rakor yang dilaksanakan selama satu hari ini diikuti oleh semua OPD, selaku anggota tim koordinasi penanggulangan kemiskinan daerah, ditambah para kepala desa, tenaga ahli, pendamping desa, koordinator PKH dan tenaga pendamping sosial. (Anwar)

Bagaimana Menurut Anda