Wabup Tapsel Hadiri Rakernas dan Lokakarya Perhiptani

472

TAPSEL-SUMUT, BERITAANDA – Wakil Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) H. Aswin Efendi Siregar hadiri rapat kerja nasional (rakernas) dan lokakarya Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (Perhiptani), di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Rabu (30/10/2019).

Rakernas dilaksanakan selama dua hari ini, menghadirkan narasumber Prof. Dr. Bungaran Saragih, dan Badan Penyuluh Pertanian Kementan, yang kepesertaan terdiri dari pengurus DPW Perhiptani dan stakeholders di seluruh Indonesia.

Acara yang juga bekerjasama dengan Yayasan Bina Profesi Penyuluh (YBPP) ini mengangkat tema ‘memantapkan peran Perhiptani dalam percepatan pengembangan kelembagaan ekonomi petani untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani’.

Arahan Menteri Pertanian Republik Indonesia, DR. Ir. Yasin Limpo, SH, MH menyebutkan, penyuluh dituntut kaya wawasan. Artinya, penyuluh harus bisa menciptakan kreasi guna terciptanya petani tangguh. Penyuluh harus tetap bermitra dengan petani, baik itu secara aspiratif, persuasif, dan kondusif.

Ketua Umum DPP Perhiptani Dr. Ir. H. Isran Noor, M.Si dalam sambutannya menuturkan, penyuluh pertanian seharusnya memiliki semangat juang, dinamis dan mampu berinovasi dalam menghadapi perubahan-perubahan yang terjadi di sektor pertanian.

“Penyuluh sebagai pendamping para pelaku utama (petani/nelayan) harus mampu mencari solusi dalam menghadapi berbagai permasalahan serta memiliki kemampuan untuk menyesuaikan diri,” tutur Isran, yang juga Gubernur Kalimantan Timur itu.

Sementara, H. Aswin Efendi Siregar selaku Wakil Ketua DPW Perhiptani Provinsi Sumatera Utara memandang, kondisi dan kegiatan sektor pertanian saat ini banyak menghadapi tantangan dan permasalahan bahkan perubahan.

“Maka itu, kemampuan atau semangat juang menjadi modal besar bagi penyuluh untuk maju serta melakukan tugas pokoknya dalam pendampingan bagi pelaku utama dan pelaku usaha,” tegas Wabup Tapsel tersebut.

Kemampuan berinovasi atau melakukan terobosan agar permasalahan itu tidak sekedar didapati solusinya. Tapi, ungkap Aswin, mampu meningkatkan produksi dan produktivitas usaha pertanian.

“Penyuluh harus bisa menjadi contoh di lingkungannya, terutama memajukan usaha pertanian itu sendiri. Sehingga, percontohan itu dapat membangkitkan semangat serta jiwa kewirausahaan,” ujarnya. (Anwar)

Bagaimana Menurut Anda