Tuti Sumarni Husin: Purun Bisa Go Internasional

311

KAYUAGUNG-OKI, BERITAANDA – Potensi tanaman purun yang cukup besar di sejumlah wilayah di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), menjadi sumber produksi tambahan. Bahkan jika dikelola secara maksimal, kerajinan produk gambut bukan tidak mungkin bisa go internasional.

Ketua 1 Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten OKI, Tuti Sumarni Husin mengungkapkan, kerajinan dari purun untuk go internasional ini bukan tidak mungkin, jika hal ini dikelola dengan serius dan para pengrajin diberikan trik-trik bagaimana membuat kerajinan ini lebih menarik.

“Kita berharap para anggota yang ada di Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) diberikan trik khusus agar pengolaan purun lebih asik dan yang lain. Sehingga mungkin dikemudian hari purun bisa go internasional,” kata Tuti pada pelatihan kerajinan tangan (decaupage) di kantor TP PKK OKI, Selasa (26/3/2019).

Menurutnya, jika para pengrajin ini sudah diberikan pelatihan dan bekal untuk mengolah purun dengan baik, ini akan memberikan kemajuan besar untuk industri rumahan. “Ini bisa meningkatkan penghasilan rumah tangga,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua BKOW Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Hj Tartillah Ishak Mekki mengungkapkan, keinginan untuk mewujudkan kerajinan purun go internasional ini bukan tidak mungkin bisa terlaksana. Apalagi, saat ini kerajinan yang berbahan dasar purun bukan hanya berupa tikar melainkan tas dan beberapa kerajinan lainnya.

“Kami tahu persis di OKI ini sumber daya purunnya sangat besar seperti di wilayah Pedamaran, Pedamaran Timur, Pampangan dan beberapa wilayah lainnya. Untuk itu melalui pelatihan ini kami ingin berbagi dan meningkatkan pengetahuan para pengrajin,” ungkapnya.

Dijelaskannya, untuk mengembangkan hal ini memang tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Tapi hal ini bukan tidak mungkin.

“Kita pernah bekerjasama dengan pihak ketiga, termasuk melakukan studi banding untuk mempelajari kerajinan ini. Dan sekarang lagi tren decaupage, dan ini bisa meningkatkan nilai jual serta berpotensi bisa menambah penghasilan rumah tangga,” jelasnya.

Dirinya mencontohkan, kerajinan purun yang diantaranya dijadikan tas, topi dan beberapa benda lainnya ini ditambah corak atau motif bunga ataupun batik.

“Ini para bule biasanya lebih tertarik dengan hal seperti ini. Jadi harapan kami selain ibu-ibu pengrajin dan PKK yang mengikuti pelatihan ini, para pengrajin di rumah juga bisa ditularkan oleh ibu-ibu disini, sehingga kerajinan purun ini bisa semakin maju dan berkembang serta dikenal di mana-mana,” tandasnya. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda