Turun PPKM Level 2, Walikota Gunungsitoli Berlakukan Belajar Tatap Muka Mulai Senin Depan

70

GUNUNGSITOLI-SUMUT, BERITAANDA – Seiring dengan berkurangnnya jumlah kasus harian Covid-19 di Kota Gunungsitoli, pemerintah kota setempat segera memberlakukan pembelajaran tatap muka dan pelaksanaan pesta serta kegiatan sosial lainnya dengan tetap mengikuti protokol kesehatan.

“Untuk masalah Covid-19, mulai hari ini kita sudah mengeluarkan surat edaran. Sekolah kita beri kesempatan untuk tatap muka mulai hari Senin (13/9) depan, begitu juga pesta kawin dan kegiatan sosial lainnya juga kita beri kesempatan untuk dilaksanakan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan,” jelas Walikota Ir. Lakhomizaro Zebua, bertempat di Kaliki Resto Gunungsitoli, Rabu (8/9).

Jelasnya, pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat di Kota Gunungsitoli turun menjadi level 2 dari sebelumnya berada di level 3, dikarenakan berkurangnnya jumlah kasus harian Covid-19 di Kota Gunungsitoli,

Pemerintah Kota Gunungsitoli telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor : 400/6349/Kesra/2021 tanggal 7 September 2021 tentang pembatasan kegiatan dalam pencegahan dan pengendalian Covid-19 di wilayah Kota Gunungsitoli.

Adapun sejumlah ketentuan untuk pelaksanaan pembelajaran tatap muka secara terbatas yaitu melakukan sistem shift dengan jumlah peserta didik tidak melebihi 50 persen dari kapasitas ruangan dengan pengaturan jarak lebih dari 1 meter.

Lalu, pendidik, tenaga kependidikan dan peserta didik wajib memakai masker, kantin tidak diperbolehkan dibuka, jumlah jam pelajaran tatap muka dibatasi, menyediakan fasilitas cuci tangan yang memadai dan mudah diakses oleh setiap orang, dan melakukan pengukuran suhu tubuh di pintu gerbang masuk.

Sedangkan untuk pelaksanaan pesta dan atau kegiatan sosial budaya diperkenankan dengan ketentuan jumlah peserta yang mengikuti kegiatan tidak melebihi 50 persen dari kapasitas tempat dengan pengaturan jarak lebih dari 1 meter.

Peserta kegiatan wajib memakai masker, penyelenggara kegiatan wajib menyediakan fasilitas tempat cuci tangan yang mudah diakses dan melakukan pengukuran suhu tubuh di akses pintu masuk, durasi waktu pelaksanaan kegiatan dipersingkat menjadi 3 jam, penyajian konsumsi tidak diperkenankan dalam bentuk prasmanan, penyelenggara kegiatan menghunjuk petugas sebanyak 3-4 orang untuk mengawasi pelaksanaan protokol kesehatan dan Satgas Covid-19 dapat membubarkan kegiatan pesta yang tidak taat protokol kesehatan.

Pada kesempatan itu, Walikota tetap mengimbau warga Gunungsitoli tetap taat terhadap protokol kesehatan guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Penurunan jumlah kasus ini tentunya tidak membuat kita lengah, sebaliknya diharapkan masyarakat untuk tetap waspada dan taat terhadap protokol kesehatan,” pungkas dia.

Turut hadir pada konferensi pers tersebut Wakil Walikota Gunungsitoli Sowa’a Laoli SE M.Si, Sekda Ir. Agustinus Zega dan sejumlah Kepala OPD lingkup Pemerintah Kota Gunungsitoli. [Ganda]

Bagaimana Menurut Anda