Tingkatkan Pelayanan, Damkar OKI Libatkan Swasta dan Masyarakat

443

KAYUAGUNG-OKI, BERITAANDA – Wilayah yang luas, dengan sarana prasarana (sarpras) dimiliki sangat terbatas merupakan tantangan bagi petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dalam melaksanakan tugas.

Tidak hanya itu saja, bahkan masih banyak desa yang lokasinya tidak mungkin dicapai oleh mobil pemadam kebakaran, apabila terjadi peristiwa kebakaran. Misalnya di Kecamatan Air Sugihan dan desa – desa berada di pesisir Selat Bangka.

Kasat Pol PP dan Damkar OKI Alexsander Bastomi, M.Si menjelaskan, kita melihat ada potensi yang dapat dilibatkan untuk ikut serta bersama – sama dalam upaya pencegahan serta penanggulangan kebakaran, yaitu peran sektor swasta dan pemberdayaan masyarakat.

“Untuk swasta, peranan bisa diberikan pihak perusahaan, khusus yang bergerak di sektor perkebunan kelapa sawit, karet atau HTI, berupa penanganan peristiwa kebakaran apabila terjadi di wilayah pemukiman sekitar lokasi perusahaan, dengan mengerahkan sarpras yang mereka miliki serta regu pemadam kebakaran yang ada,” tegas Alexsander Bastomi pada kegiatan FGD program tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan serta program kemitraan bina lingkungan yang berlangsung di ruang pertemuan Bappeda OKI, Kamis (5/9/2019) lalu.

Dimana kegiatan tersebut, dihadiri ketua tim fasilitasi PTJSLP dan PKBL Kabupaten OKI beserta pengurus, Ketua Forum CSR OKI, Kepala Bappeda OKI, unsur manajemen perusahaan dalam Kabupaten OKI, para kepala OPD, unsur NGO/LSM, Karang Taruna dan para tamu undangan lainnya.

Selain itu, menurut Kasat, peran lainnya sebagai upaya pencegahan yakni melalui pelatihan dan simulasi penanggulangan kebakaran serta memberikan penyuluhan tentang kebakaran bersama Satpol PP dan Damkar OKI, serta penyediaan alat atau sarana pemadam kebakaran melalui program CSR.

“Pemda sedang menyusun dan segera mengeluarkan peraturan bupati (perbup) tentang peran serta masyarakat dan sektor swasta dalam pencegahan dan penanggulangan kebakaran. Dalam waktu dekat secara bertahap akan dilakukan penandatanganan perjanjian kerjasama antara Pemkab OKI dan perusahaan perkebunan,” ungkap Kasat.

Terkait dengan pemberdayaan masyarakat, lanjut Kasat, bersama pemerintah desa dan Karang Taruna kita akan membentuk satuan relawan di tiap desa atau kelurahan, sehingga nantinya mempunyai fungsi kesiap-siagaan penanganan secara dini terhadap kejadian kebakaran.

“Mudah – mudahan pelibatan semua unsur dalam upaya pencegahan, penanggulangan kebakaran ini nantinya dapat meminimalisir potensi kerugian materi dan korban jiwa yang ditimbulkan oleh peristiwa kebakaran,” pungkas Kasat. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda