Terkait Covid-19, Pemerintah dan Para Tokoh di Sekadau Hasilkan 5 Point Kesepakatan

144
Rapat panduan ibadah Ramadhan dan Idul Fitri serta proses pemakaman jenazah pasien virus Covid - 19. (BERITAANDA)

SEKADAU-KALBAR, BERITAANDA – Pemerintah Kabupaten Sekadau bersama sejumlah unsur pimpinan instansi vertikal dan tokoh agama serta ormas mengadakan rapat panduan ibadah Ramadhan dan Idul Fitri 1441 Hijriah serta proses pemakaman jenazah pasien virus Covid-19, Rabu (22/4/2020).

Kepala kantor Kementrian Agama Tengku Indra Kesuma mejelaskan, bahwa pihaknya menerima surat edaran Menteri Agama mengenai panduan beribadah bulan Ramadhan 1441 Hijriah. “Dalam surat edaran ditekankan agar umat melaksanakan ibadah di rumah masing-masing bersama keluarga inti,” jelas Indra.

Menurutnya, jika mengacu pada tausiyah MUI terbaru, jelas bahwa mengajak umat Islam untuk mematuhi protokol kesehatan untuk memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19. “Edaran Menteri Agama dan Tausiyah MUI tidak bertentangan dan mengimbau umat untuk mematuhi protokol kesehatan,” sambung Indra.

Bupati Sekadau Rupinus meminta kapada ormas kemasyarakatan agar memberikan imbauan kepada warga. “Berdasarkan pengalaman dari beberapa daerah dan negara lainnya, banyaknya penyebaran  wabah Covid-19 karena ketidakpatuhan masyarakat dengan protokol kesehatan,” papar Bupati Rupinus.

Bupati meminta adanya surat kesepakatan dan edaran kepada para tokoh agama dari pertemuan ini, agar tidak muncul pertentangan persepsi di masyarakat.

Di akhir kegiatan, diperoleh kesepakatan antar unsur pemerintah dan para tokoh antara lain, yakni terhadap orang yang masuk ke Sekadau, baik dari luar negeri atau dari zona merah, wajib melaporkan diri kepada Ketua RT atau Puskesmas untuk pengecekan kesehatan serta mengisolasi mandiri selama 14 hari. Dan yang tidak mengidahkan akan dilakukan penindakan secara preentif dan prepentif, serta jika tidak diindahkan akan dilakukan tindakan progresif oleh Gugus Tugas Covid-19.

Lalu mendorong masyarakat agar tidak mengucilkan PDP serta keluarganya, karena PDP belum dipasti positif Covid-19. Serta penanganan sepenuhnya ditangani pemerintah dan masyarakat.

Lalu penanganan jenanzah pasien positif Covid – 19 atau PDP dilaksanakan oleh petugas sesuai protokol pemakaman yang telah ditetapkan. Masyatakat tidak melaksakana kegiatan pengumpulan dan menerapkan physical distancing dengan jarak minimal 1,5 meter, dan bila melanggar akan dilakukan penindakan.

Dalam melaksanakan ibadah atau kegiatan keagamaan bagi seluruh umat beragama, masyarakat agar mematuhi edaran pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, fatwa dan tausiyah MUI atau imbauan masing-masing pimpinan umat bergama di masing-masing tingkatan pusat, provinsi dan kabupaten. (Arni)

Bagaimana Menurut Anda