Tercemar Limbah PETI, Puluhan Masyarakat DAS Mantrab Sampaikan Aspirasi ke Pemkab Sekadau

16

SEKADAU-KALBAR, BERITAANDA – Masyarakat dari beberapa desa di Daerah Aliran Sungai (DAS) Mantrab Kecamatan Sekadau Hulu datangi kantor Bupati Sekadau, Selasa [9/3]. Mereka menyampaikan aspirasi terkait tercemarnya Sungai Mantrab beberapa waktu terakhir.

Puluhan orang dari beberapa desa ini, datang dengan kendaraan roda empat dan dua. Mereka juga membawa kertas bertuliskan kata-kata permintaan kepada pemerintah dan aparat penegak hukum. Selain itu juga, ada foto-foto kondisi Sungai Mantrab.

Lebih dari setengah jam menyampaikan aspirasi di halaman parkir kantor bupati, beberapa perwakilan masyarakat dipersilahkan menemui pihak pemerintah daerah dan aparat penegak hukum di ruang rapat wakil bupati. Turut serta menemui masyarakat, Ketua DPRD Radius Efendy dan anggota dewan Paulus Subarno serta Hasan.

Salah satu perwakilan masyarakat, One Sambra menyatakan, Sungai Mantrab merupakan sumber air baku bersih bagi warga di enam desa (Biaban, Cupang, Mondi, Boti, Sungai Sambang dan Nanga Mantrab).

“Untuk kebutuhan air besih, mandi, dan minum. Namun dengan adanya aktifitas pekerjaan Pertambangan Emas Tanpa Ijin (PETI) di hulu Sungai Mantrab menyebabkan air Sungai Mantrab menjadi keruh dan tidak dapat digunakan masyarakat,” beber Sambra.

Alumni STKIP Pontianak itu juga menceritakan bahwa selama beberapa bulan terakhir, masyarakat menggantungkan kebutuhan air bersih pada air mineral galon yang harganya cukup mahal.

“Di tengah massa pandemic, ekonomi masyarakat sulit, sehingga tidak semua warga mampu membeli galon untuk sumber air bersih. Masyarakat harus bangun di subuh hari mengambil air Sungai Mantrab untuk diendapkan beberapa jam, untuk menjernihkan air. Dan setelah jernih, baru dimasak untuk konsumsi keluarga,” tambahnya.

Sambra menyatakan, saat ini pekerja PETI di hulu Sungai Mantrab masih berlangsung. Limbah dari pekerjaan tersebut mengalir ke Sungai Mantrab, air menjadi keruh.

Senada, Andre, tokoh pemuda dari salah satu desa mejelaskan, bahwa masyarakat menyampaikan aspirasi kepada pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk meminta mengusut tuntas aktiftas PETI di hulu Sungai Mantrab.

“Agar aparat penegak hukum menangkap pemilik dan pekerja PETI di hulu Sungai Mantrab,” tukasnya.

Masyarakat juga berharap kondisi air Sungai Mantrab dapat kembali bersih dan sehat, serta bebas dari limbah PETI.

Pasca pertemuan dengan pihak pemerintah daerah, aparat penegak hukum dan perwakilan masyarakat diperoleh kesepakatan antara lain, penegakan hukum terus dilanjutkan kepada PETI. Aparat penegak hukum akan melakukan tindakan persuasif, dan refresif bila tidak diindahkan penambang.

Kemudian, akan memusyawarahkan guna membuat peraturan desa dengan dikoordinir camat. Sepakat untuk mengembalikan kondisi air Sungai Matrab jernih seperti semula, dan bisa dikonsumsi masyarakat.

Selain itu juga, lingkungan dan DAS Mantrab harus bersih dari buang air besar (BAB) dan membuang sampah ke sungai, serta akan dilakukan sosialisasi dengan melibatkan semua unsur, baik pemerintah maupun masyarakat. (Arni)

Bagaimana Menurut Anda