Sumsel Alami Puncak Kemarau, 854 Satgas Dinginkan Gambut di OKI

376

KAYUAGUNG-OKI, BERITAANDA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi sepekan terakhir Sumatera Selatan (Sumsel) sedang mengalami puncak musim kemarau.

Kondisi ini mengakibatkan Kota Palembang dan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mengalami siklus 30 hari tanpa hujan (HTH) yang memicu kebakaran hutan dan lahan, terlebih di kawasan Kabupaten OKI yang memang notabene lahannya merupakan lahan gambut.

“Update dinamika atmosfer per September dasarian, prediksi el-nino hingga akhir tahun diperkirakan dalam kategori lemah hingga netral. Secara umum, saat ini Provinsi Sumsel sedang berlangsung musim kemarau, diperkirakan akan berlangsung hingga bulan Oktober dasarian 2 tahun 2019,” tutur Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Palembang, Nuga Putrantijo, melalui keterangan persnya, Jumat (25/10/2019).

Nuga mengungkap pada bulan Oktober dasarian 2, angin monsun Australia masih akan berlangsung hingga bulan November dasarian 1. Hal tersebut akan menghambat pembentukan awan, terutama di wilayah Indonesia bagian selatan.

“Jadi, prediksinya hujan baru terjadi di akhir Oktober atau di dasarian I November sekitar tanggal 1 November. Potensi awan di tanggal tersebut harus dimanfaatkan untuk hujan buatan,” ucapnya.

Dalam penjelasannya, Nuga mengatakan kondisi tersebut turut menjadi penyebab terjadinya kebakaran di sejumlah kawasan, terutama di selatan wilayah Sumsel seperti Kabupaten OKI.

“Daerah-daerah yang perlu diwaspadai dan sering terjadi karhutbunla dengan sifat hujan di musim kemaraunya di bawah normal (lebih kering) antara lain Kabupaten Ogan Ilir, Kabupaten OKI, Kabupaten Banyuasin, Kabupaten Muba dan beberapa daerah lainnya,” ujar dia.

Upaya antisipasi diambil pemerintah untuk menanggulangi perubahan iklim tersebut dengan penambahan personel satuan tugas (satgas) gabungan pencegahan kebakaran hutan dan lahan yang disebar di Kabupaten Ogan Komering Ilir, sebagai upaya untuk memaksimalkan pemadaman.

Sebanyak 854 personel, yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri bergabung dengan satgas kabupaten untuk memaksimalkan pemadaman.

Kepala BPBD Kabupaten OKI Listiadi Martin mengungkap, personel bantuan tersebut disebar pada 7 kecamatan rawan karhutbunlah, antara lain Kecamatan Cengal, Tulung Selapan, Pampangan, Pangkalan Lampam, Tanjung Lubuk, Kayuagung dan Jejawi.

“Target di lapangan selama 10 hari menyebar ke titik rawan. Satuan-satuan itu di bawah kendali Kapolda dan Pangdam,” ujar Listiadi, Ahad (27/10/2019).

Listiadi berterimakasih atas dukungan penuh pihak provinsi dan TNI/Polri kepada Satgas OKI yang beberapa bulan terakhir berjibaku melakukan pemadaman dan pemantauan.

“Memang beberapa hari terakhir titik panas (hot spot) bertambah, jadi bukan titik api (fire spot). Terimakasih satgas dari provinsi sudah turut membantu menguatkan kami di daerah,” tukasnya. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda