Sintang Calon Ibukota Provinsi Kapuas Raya

634

SINTANG-KALBAR, BERITAANDA – Bupati Sintang dr. H. Jarot Winarno, M. Med. PH membuka kegiatan bursa inovasi desa se-Kecamatan Dedai, bertempat di aula kantor Camat Dedai, Kamis (31/10/2019).

Dalam kesempatan tersebut, Jarot Winarno mengatakan bahwa Indonesia bercita-cita menjadi bangsa besar pada tahun 2045 mendatang. Oleh karenanya, untuk mencapai tujuan tersebut presiden berpesan tidak bisa dikerjakan dengan hal yang biasa-biasa saja. Tapi diperlukan jiwa yang selalu mencari terobosan dan inovasi baru, guna mencapai desa-desa yang maju dan mandiri.

Terlebih, terang Jarot, bahwa dari 391 desa di Kabupaten Sintang saat ini, desa mandiri cuma ada 6, desa maju ada 14 dan desa sangat tertinggal ada 86, yang lainnya desa berkembang dan sedang berkembang.

“Sintang ingin menjadi kabupaten yang besar, bahkan jadi calon ibukota Provinsi Kapuas Raya. Jadi kalau kita menyelenggarakan pemerintahan seperti biasa-biasanya, gak akan berhasil, tapi diperlukan terobosan dan inovasi,” terang Jarot.

Kegiatan ini, lanjut Jarot, sangatlah penting. Dimana tahun kelima desa mendapatkan dana desa dan tahun ketiga dilaksanakan bursa inovasi desa, agar desa mampu membuat suatu terobosan, inisiatif dan inovasi.

“Jadi luar biasa di Kecamatan Dedai ini. Saya berharap desa-desa di Kecamatan Dedai banyak menghasilkan terobosan dan inovasi. Apalagi di Dedai ini sebagian sudah menjadi desa mandiri dan maju, bahkan paling tidak harus menjadi desa berkembang,” ujarnya.

Jarot meminta desa-desa di Kecamatan Dedai memanfaatkan kegiatan bursa inovasi atau bursa pertukaran informasi desa, agar bisa menjadi refrensi untuk membuat suatu terobosan di desanya masing-masing, sehingga apa yang menjadi tujuan pemerintah bisa tercapai.

Sementara itu Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Sintang Herkolanus Roni menjelaskan, bahwa Program Inovasi Desa (PID) tahun 2019 ini merupakan tahun ketiga yang diluncurkan pemerintah pusat setelah tahun 2017 dan 2018 lalu.

“Di Kabupaten Sintang sendiri, tahun ketiga ini lebih fokus dilaksanakan di masing-masing kecamatan guna mendorong efektivitas penggunaan atau investasi dana desa menuju peningkatan produktivitas desa melalui proses pengelolaan pengetahuan secara sistematis, terencana dan partisipasif,” jelas dia.

“Pada bursa inovasi desa ini ada 3 menu pokok yang dapat dipilih oleh masing-masing desa, seperti infrastruktur ada 17 menu, pelayanan sosial dasar 14 menu, dan pengambangan kewirausahaan/ekonomi ada 51 menu yang tersedia di stand bursa inovasi desa di Kecamatan Dedai,” jelas Roni. (Arni)

Bagaimana Menurut Anda