Sekolah Rakyat Lampung Timur, Jembatan Asa Bagi Keluarga Kurang Mampu

4

LAMPUNG TIMUR, BERITAANDA – Harapan untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan mulai diwujudkan di Desa Muara Jaya, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Lampung Timur.

Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah meresmikan Gedung Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 sekaligus membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi peserta didik baru, Kamis (13/8/2026).

Kehadiran Sekolah Rakyat menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam memperluas akses pendidikan berkualitas, khususnya bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Peresmian tersebut turut dihadiri Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial Republik Indonesia, Gubernur Lampung, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Lampung Timur.

Bupati Ela menegaskan, pembangunan Sekolah Rakyat tidak sekadar menghadirkan fasilitas pendidikan berupa gedung, tetapi juga menjadi simbol komitmen pemerintah dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.

“Sekolah Rakyat merupakan wujud nyata sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten dalam memutus mata rantai kemiskinan melalui sektor pendidikan,” ujar Ela dalam sambutannya.

Menurutnya, keberadaan Sekolah Rakyat membuka kesempatan lebih luas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk mendapatkan pendidikan yang layak, mengembangkan potensi diri, serta mempersiapkan masa depan yang lebih baik.

Pendidikan dinilai menjadi salah satu instrumen penting dalam meningkatkan kualitas hidup sekaligus membuka peluang mobilitas sosial dan ekonomi bagi keluarga kurang mampu. Dengan memberikan akses pendidikan kepada kelompok rentan, pemerintah berharap keterbatasan ekonomi tidak lagi menjadi hambatan bagi anak-anak untuk meraih cita-cita dan memutus rantai kemiskinan antargenerasi.

Pemerintah Kabupaten Lampung Timur juga memberikan dukungan penuh agar proses pendidikan di Sekolah Rakyat tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik.

Bupati Ela berharap sekolah tersebut menjadi ruang pembentukan karakter sekaligus pengembangan keterampilan peserta didik.

“Sekolah ini harus menjadi tempat untuk membentuk kedisiplinan, kemandirian, kepemimpinan, keterampilan, kepedulian sosial, sekaligus karakter peserta didik,” tegasnya.

Konsep tersebut diharapkan mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya memiliki pengetahuan akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, mandiri, terampil, dan mampu beradaptasi dengan berbagai tantangan di tengah masyarakat.

Dalam momentum MPLS, Bupati Ela juga berdialog langsung dengan para peserta didik baru. Ia mengajak para siswa mengenal lingkungan sekolah dengan penuh semangat dan menjadikan hari pertama sebagai awal perjalanan untuk mengembangkan potensi diri.

Ela secara khusus memberikan motivasi agar para siswa tidak merasa rendah diri karena berasal dari keluarga sederhana.

“MPLS merupakan awal perjalanan baru. Jangan pernah merasa rendah diri karena berasal dari keluarga sederhana. Keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bermimpi,” pesannya.

Pesan tersebut menjadi penguat bagi para siswa bahwa latar belakang ekonomi keluarga tidak boleh menjadi penghalang untuk meraih cita-cita. Melalui Sekolah Rakyat, Lampung Timur berupaya membuka jalan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh pendidikan sekaligus membangun masa depan yang lebih baik.

Dari lingkungan desa dan keluarga sederhana, diharapkan lahir generasi yang memiliki karakter, keterampilan, serta kepercayaan diri untuk menjadi pemimpin dan membawa perubahan positif bagi daerahnya. (*)

Bagaimana Menurut Anda