Pangdam XII/TPR Ajak Pemuda dari Perbatasan Bergabung Jadi TNI

127

SINTANG-KALBAR, BERITAANDA – Bupati Sintang dr. H. Jarot Winarno, M.Med.PH menghadiri malam ramah tamah bersama Pangdam XII/Tanjungpura (TPR) Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad, di Pendopo Bupati Sintang, Kamis (31/10/2019) malam.

Pada kesempatan itu, Jarot mengucapkan terima kasih kepada Pangdam XII/TPR Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad.

“Selaku Bupati Sintang, kami mengucapkan terima kasih karena Bapak Pangdam telah menerima putra-putra kami dari perbatasan untuk menjadi anggota TNI. Bahwa 15 putra dari perbatasan Kabupaten Sintang telah diterima menjadi anggota TNI,” jelas dia.

Jarot juga mengungkapkan harapannya agar lebih banyak lagi putra-putra di Kabupaten Sintang dapat menjadi anggota TNI.

“Kami mohon juga, jika secara jasmani dan rohani memenuhi syarat, putra-putra kami yang jauh di pedalaman yang berbatasan dengan Kalimantan Tengah, Sepauk, dan pedalaman Tempunak, juga bisa diterima,” ungkap Jarot.

Jarot juga mengungkapkan bahwa di Kabupaten Sintang ini hubungan pemerintah dengan forkopimda berjalan dengan baik.

“Tentunya kehadiran Pangdam XII/Tanjungpura akan memberikan semangat dan energi baru bagi kami untuk terus membangun negeri kami ini,” lanjutnya.

Sementara Pangdam XII/TPR mengatakan bahwa pada prinsipnya TMMD adalah bagian dari kegiatan program TNI dalam rangka membantu pemerintah daerah terkait pembangunan di daerah, sehingga kesejahteraan masyarakat di daerah terpencil, terisolir dan perbatasan dapat dengan cepat dibuka.

Ia pun berharap TNI yang berada di wilayah Kabupaten Sintang dapat bekerja secara maksimal dan dapat bersinergi dengan pemerintah daerah, khususnya Pemda Sintang.

“Kemarin menutup kegiatan TMMD di Putussibau, di daerah perbatasan, kami juga berharap semua kabupaten-kabupaten di perbatasan ada kegiatan TMMD,” ungkapnya.

Pangdam mengatakan bahwa saat ini TNI kekurangan lahan untuk latihan. Ia pun berharap kepada pemerintah daerah agar dapat diberikan lahan untuk latihan para prajurit TNI.

“Ini juga penting, karena bagaimanapun juga dalam menjaga perbatasan kita harus memberi semangat kepada prajurit-prajurit TNI agar dapat profesional dalam melaksanakan tugasnya,” lanjut dia.

Pangdam mengungkapkan bahwa dalam rangka meningkatkan peran TNI di perbatasan, tentunya kedepan TNI juga akan banyak mencari prajurit-prajurit yang berasal dari perbatasan.

“Oleh karena itu, tentunya kami perlu bantuan dan dukungan dari para tetua adat, tokoh masyarakat, mungkin para guru atau anggota dewan dalam rangka mendorong pemuda-pemuda untuk ikut bergabung atau mengabdi sebagai seorang prajurit TNI,” jelas dia.

Pada kesempatan itu pula, Pangdam menjelaskan tentang perekrutan prajurit-prajurit TNI.

“Jadi, kebijakan angkatan darat tahun ini, baik itu sekolah bintara maupun sekolah tamtama, kita akan mengambil sebanyak-banyaknya pemuda-pemuda dari perbatasan, terpencil dan terisolir,” ungkapnya.

Ia pun mengatakan bahwa untuk perekrutan prajurit TNI akan dicari pemuda yang terbaik.

“Kalau perlu mantan paskibraka, mantan pramuka dan mantan relawan yang memiliki wawasan kebangsaan, atau mungkin tokoh masyarakat, tokoh adat yang memiliki pemuda yang lulusan SMA,” ungkapnya.

“Tolong beri kami pemuda-pemuda terbaik yang dapat kamu seleksi secara fair,” lanjutnya.

“Jadi ini adalah peluang yang sangat bagus, kita akan bimbing. Oleh karena itu, mulai dari sekarang sosialisasikan kepada seluruh pemuda yang bertekad mengabdi menjadi tentara, silahkan mendaftar dan nantinya akan kita seleksi, sehingga nanti pemuda-pemuda terbaik akan menjadi penjaga-penjaga perbatasan yang baik, dan kita harapkan juga menjadi inovator pembangunan di daerah,” tutupnya. (Arni)

Bagaimana Menurut Anda