Sesuai Instruksi Gubernur, SMP dan SMA SON Sriwijaya Palembang Tetap Lakukan Daring

30

PALEMBANG, BERITAANDA – Pandemi Covid-19 yang saat ini masih mewabah dan menjadi momok menakutkan semua pihak, tak luput juga di dunia pendidikan. Proses belajar mengajar yang selama ini dilakukan secara daring menuai pro dan kontra, khususnya dari orangtua murid. Bagaimana tidak, sudah hampir satu tahun proses belajar mengajar dilakukan secara daring.

Kembalinya Palembang di zona merah menunjukkan bahwa wabah Covid-19 belum berakhir, tapi malah meningkat hingga belajar mengajar tetap berlangsung secara daring. Seperti halnya proses belajar mengajar di SMP dan SMA Sekolah Olahraga Negeri [SON] Sriwijaya Palembang.

Kepala Sekolah SMA SON Sriwijaya, Aliyuddin Asral mengatakan, kami masih melakukan proses belajar mengajar sesuai instruksi Gubernur Sumsel H. Herman Deru.

“Memang tempo hari direncanakan di semester genap kegiatan belajar mengajar kembali dilakukan secara tatap muka, akan tetapi kembalinya Palembang di zona merah maka ditunda dulu,” kata Aliyuddin saat ditemui di kantornya, Senin (18/1).

Aliyuddin mengungkapkan, SMA SON merupakan sekolah olahraga untuk melaksanakan kegiatan membina, mengelola dan mengasuh anak berlabel atlet. Untuk itu, belajar kegiatan akademis dilakukan secara daring, tapi untuk latihan dilakukan seperti biasa sesuai dengan prokes.

“Karena sekolah kita adalah sekolah berbasis olahraga, jadi pelaksanaan kegiatan latihan kita laksanakan sesuai mekanisme petunjuk dari Dinas Pendidikan dan Pemerintah Provinsi Sumsel,” ungkapnya.

Ketika ditanya soal anggaran yang dikucurkan pemerintah, Aliyuddin menjelaskan, bahwa ada pengurangan di masa pandemi ini. Karena pengajuan dana sekitar Rp 12 miliar pertahunnya, tapi yang disetujui sekitar Rp 6,7 miliar pertahun melalui Dinas Pendidikan.

“Dana ini digunakan untuk keperluan dan operasional sekolah dengan siswa/siswi sebanyak 200 siswa serta tenaga pengajar sejumlah 39 guru,” jelas Aliyuddin. [Hanny]

Bagaimana Menurut Anda