Respons Cepat Polisi Tangani Kebocoran Pipa Gas di Prabumulih, Situasi Aman Tanpa Korban Jiwa

14

PRABUMULIH, BERITAANDA – Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel) memastikan penanganan insiden kebocoran pipa gas alam milik Petro Prabu yang sempat memicu kobaran api di Kota Prabumulih berlangsung cepat, profesional, dan terkendali. Berkat sinergi antara kepolisian, pihak perusahaan, petugas pemadam kebakaran, serta masyarakat, kondisi berhasil diamankan tanpa menimbulkan korban jiwa maupun kerugian material.

Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (31/7/2026) sekitar pukul 17.45 WIB di halaman belakang sebuah rumah kontrakan yang berada di Jalan Malabar, Kelurahan Muara Dua Barat, Kecamatan Prabumulih Timur. Kebocoran pada pipa gas alam memicu munculnya kobaran api yang sempat mengundang kepanikan warga sekitar.

Meski demikian, warga dengan sigap melakukan upaya pemadaman awal sehingga api berhasil dipadamkan sekitar lima menit kemudian, tepatnya pukul 17.50 WIB. Respons cepat masyarakat ini menjadi langkah awal yang membantu mencegah meluasnya dampak insiden.

Tak lama berselang, tim teknis Petro Prabu tiba di lokasi sekitar pukul 17.55 WIB untuk melakukan pemeriksaan terhadap titik kebocoran sekaligus menghentikan sementara aliran gas sebagai langkah antisipasi. Pada pukul 18.00 WIB, personel Pemadam Kebakaran Kota Prabumulih juga melakukan proses pendinginan guna memastikan tidak ada lagi potensi munculnya api.

Menindaklanjuti laporan masyarakat melalui layanan Call Center Polri 110, personel Polres Prabumulih langsung bergerak menuju lokasi kejadian. Atas arahan Kapolres Prabumulih AKBP Gunarto SIK MH M.Tr.Mil, personel Samapta, piket fungsi Polres Prabumulih, dan Polsek Prabumulih Timur segera mengamankan area dengan memasang garis polisi (police line) agar masyarakat tidak mendekati lokasi yang masih berpotensi membahayakan.

Selain mengamankan tempat kejadian perkara, petugas juga melakukan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) dari sejumlah saksi, termasuk penghuni rumah kontrakan berinisial AS (57). Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari penyelidikan guna memastikan penyebab pasti kebocoran pipa gas.

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan, Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya SIK MH menegaskan, bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam setiap penanganan insiden yang berpotensi membahayakan.

“Kami memastikan seluruh proses penanganan dilakukan secara cepat, profesional, dan transparan. Personel di lapangan telah mengamankan lokasi untuk mengantisipasi risiko lanjutan, sekaligus berkoordinasi dengan pihak perusahaan dan instansi terkait agar kondisi benar-benar aman bagi masyarakat di sekitar lokasi kejadian,” ujar Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Warga diminta segera menghubungi layanan Call Center Polri 110 atau kantor kepolisian terdekat apabila menemukan kondisi yang berpotensi mengancam keselamatan di lingkungan sekitar. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda