Serma KKO (Purn) Samuri Pengangkat Jenazah Pahlawan Revolusi Meninggal Dunia

16

SURABAYA, BERITAANDA – Serma KKO (Purnawirawa) H. Samuri, salah satu pelaku sejarah yang terlibat dalam peristiwa pengangkatan jenazah korban G-30-S/PKI di Lubang Buaya, meninggal dunia Senin (26/7) pukul 06.15 WIB di rumahnya, Dinoyo Tangsi I/76 Nomor 7, Surabaya.

Almarhum meninggal pada usia 82 tahun karena menderita sakit stroke dan diabetes.

Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayor Jenderal TNI (Mar) Suhartono menyatakan duka cita yang mendalam atas berpulangnya salah satu putra terbaik bangsa ini, Serma KKO (Purn) H. Samuri.

“Beliau adalah prajurit pejuang yang berdedikasi dan loyalitas tinggi yang patut diteladani bagi para generasi penerus,” ungkap Dankormar.

Sebagai wujud perhatian seorang pimpinan, Dankormar serta pejabat utama Mako Kormar berkesempatan menjenguk langsung di kediaman almarhum beberapa waktu lalu, saat itu almarhum masih bisa berkomunikasi secara verbal.

Almarhum merupakan salah satu prajurit yang ditugaskan Komandan KKO AL atau yang sekarang dikenal dengan sebutan Korps Marinir TNI AL, Mayor Jenderal KKO Hartono untuk mengangkat tujuh perwira tinggi dan perwira pertama TNI AD yang menjadi korban tragedi G-30-S/PKI pada 30 September 1965 di Lubang Buaya.

KKO  membentuk satu tim dari Komando Intai Para Amfibi (kemudian menjadi Bataliyon Intai Amfibi Korps Marinir TNI AL) yang terdiri dari sembilan personel yang dipimpin Kapten KKO Winanto.

Mereka adalah Letnan KKO Mispan Sutarto, Serma KKO Samuri, Sersan KKO Suparimin, Kopral Dua KKO Van Kandou, Kopral Dua KKO Sudarjo, Kopral Dua KKO Sugimin, Kopral Kepala KKO Hartono, Prajurit Kepala KKO Sumarni, dan Prajurit Kepala KKO Subekti.

Almarhum meninggalkan empat orang putri dan satu orang putra, dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) 10 November, Jalan Mayjen Sungkono, Surabaya dengan upacara militer serta menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Upacara pemakaman dimulai pukul 15.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB.

Komandan Batalyon Marinir Howitzer 2 Marinir Mayor Marinir Kiagus Fauzan Azima, M.Tr. Opsla yang diwakili oleh Wakil Komandan Batalyon Howitzer 2 Marinir Mayor Marinir Arifin sebagai irup upacara persemayaman pelaku sejarah pengangkat jenazah pahwalan revolusi korban tragedi G 30 S/PKI.

Rangkaian upacara pemakaman diawali dengan penghormatan senjata bersangkur dan tembakan salvo yang merupakan penghormatan, sekaligus penghargaan tertinggi untuk prajurit yang memiliki tanda jasa serta pelaku sejarah pengangkat jenazah pahlawan revolusi korban G.30 S/PKI.

Upacara tersebut dilaksanakan untuk menunjukan kepedulian kepada sesepuh Korps Marinir, baik atasan maupun rekan kerja kepada setiap keluarga besar Korps Marinir TNI AL untuk selalu mempererat tali persaudaraan sebagai wujud penghargaan atas pengabdian serta dedikasi yang diberikan kepada negara dan Angkatan Laut khususnya Korps Marinir. [Katrine]

Bagaimana Menurut Anda