Seorang Pria Ditangkap Polisi Usai Mencoba Bunuh Rekannya

34

BANDAR LAMPUNG, BERITAANDA – Seorang pelaku berinisial SH alias DIT, ditangkap personel Ditpolairud karena diduga melakukan tindak pidana percobaan pembunuhan dan kepemilikan senjata api ilegal.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Polairud Kombes Pol. Sis Mulyono didampingi Kabidhumas Polda Lampung Kombes Pol. Zahwani Pandra Arsyad, Wadir Polairud AKBP Sulistiyono, Kasubdit Gakkum AKBP Ruzwan Bahri, dan Kasubbid Penmas AKBP Rahmad Hidayat saat konferensi pers di Mako Dit Polairud, Senin (19/9/2022).

Penangkapan ini berdasarkan dari laporan polisi nomor LP/B-808/VII/ 2022/SPKT/Polda Lampung tanggal 27 Juli 2022 terkait tindak pidana percobaan pembunahan dan atau kepemilikan senjata api tanpa izin.

Ia menjelaskan kronologi kejadian berawal pada Jumat (22/7/2022) sekira pukul 02.00 WIB, pelaku SH alias DIT menyuruh saksi A memanggil korban DR dan saksi R. Kemudian pelaku SH alias DIT menyuruh saksi K menjemput korban di Dermaga Tanah Merah Mesuji dengan menggunakan 1 (satu) unit speed lidah.

Kemudian pelaku SH alias DIT bersama saksi korban DR dan R, ke tengah Sungai Mesuji menggunakan speed lidah. Sesampainya di TKP, pelaku SH alias DIT menanyakan kepada korban DR mengenai HP pelaku yang hilang. Lalu pelaku SH alias DIT melakukan penembakan dari arah speed lidah ke arah sungai sebanyak tiga kali, dengan maksud untuk menakuti korban DR.

Pelaku SH alias DIT menyuruh korban untuk menceburkan diri ke Sungai Mesuji yang dalamnya kira-kira 4 sampai 5 meter, lalu korban ditinggalkan pelaku.

“Kurang lebih selama 15 menit kemudian, korban dijemput lagi menggunakan speed lidah dan dibawa kembali ke Dermaga Tanah Merah. Selanjutnya korban melaporkan atas kejadian tersebut ke SPKT Polda Lampung,” terang Direktur Polairud Kombes Pol. Sis Mulyono.

Berdasarkan info kejadian itu, pihak kepolisian dari jajaran Ditpolairud bergerak cepat merespon laporan korban tersebut.

Pada hari Kamis (4/8/2022) sekira pukul 17.00 WIB, Tim Intelair Ditpolair tiba di Pangkalan Kapal C3 XXV-1009 Mesuji untuk melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut.

Dari hasil penyelidikan didapat informasi bahwa terduga pelaku berada di KM 10 Blok 4 Widayu Mandira, Kecamatan Sungai Menang Kabupaten OKI, Sumsel.

Setelah mendapat info tersebut, tim bersama Komandan Kapal C3 XXV-1009 didampingi Intelair mengamankan terduga pelaku di lokasi tersebut bersama barang bukti.

“Selanjutnya terduga pelaku dibawa ke Mako Dit Polairud Polda Lampung guna proses penyidikan lebih lanjut,” ujar Sis Mulyono.

Dari hasil penangkapan tersebut, petugas kepolisian menyita sejumlah barang bukti berupa 1 (satu) unit mesin perahu speed lidah merk Yamaha 40 pk, 1 (satu) pucuk senjata api rakitan warna chroom atau stenlis dengan gagang dilapisi lakban warna hitam, dan 1 (satu) butir amunisi kaliber 5,56 mm.

Atas perbuatannya pelaku diancam dengan Pasal 340 KUHP, Juncto Pasal 53 KUHP tentang percobaan pembunuhan dengan ancaman pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu paling lama 20 tahun dalam hal percobaan.

“Dan terhadap kepemilikan senpi ilegal, pelaku dapat diancam Pasal 1 Ayat (1) UU Darurat No. 12 Tahun 1951 tentang kepemilikan senjata api tanpa hak dengan ancaman dihukum dengan hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup atau hukuman penjara sementara setinggi-tingginya 20 tahun,” jelas Dirpolair.

Sementara itu Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol. Zahwani Pandra Arsyad mengatakan, untuk mewujudkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif, tindak kejahatan khususnya yang menggunakan senpi ilegal harus ditekan.

“Kami berharap jika masyarakat melihat atau mendengar ada salah satu warganya yang memiliki senpi ilegal, segera laporkan ke kepolisian terdekat, akan segera kami tindak lanjuti,” ungkap Kabid Humas

Pada kesempatan tersebut, Polda Lampung juga menghimbau bagi warga jika memiliki atau menyimpan senpi ilegal segera serahkan pada pihak kepolisian.

“Jika tidak diserahkan akan dikenakan pelanggaran Undang-Undang (UU) Darurat dengan sanksi pidana berupa hukuman mati, penjara seumur hidup, atau hukuman penjara 20 tahun,” tutup Pandra. (Katharina)

Bagaimana Menurut Anda