Selama Angkutan Lebaran, KAI Siagakan 307 Personel Keamanan

205

BANDAR LAMPUNG, BERITAANDA – PT KAI Divisi Regional (Divre) IV Tanjungkarang selama angkutan lebaran menyiagakan 307 personel keamanan, yang siaga menjaga stasiun dan di atas kereta selama perjalanan.

“Kita setiap lebaran selalu mengerahkan semua keamanan, agar para pelanggan dan penumpang bisa lebih nyaman saat berada di stasiun maupun di dalam kereta,” kata EVP Divre IV Tanjungkarang, Sulthon Hasanudin, di Bandar Lampung, Ahad (26/5/2019).

Menurutnya, jumlah personel yang mengamankan angkutan lebaran ini yaitu 3o7 personel keamanan, yang terdiri dari 43 personel Polsuska, 264 personel security, dan bantuan eksternal (BKO) dari TNI/Polri sebanyak 80 personel.

Selain itu, personel keamanan tersebut akan melakukan pengamanan di atas KA, stasiun, maupun secara mobile melakukan patroli di jalur KA yang rawan gangguan. Seperti rawan pencurian, rawan pelemparan kereta api, dan obyek-obyek penting lainnya.

“Sudah jelas tugas dari pengamanan, jadi penumpang tidak usah takut bila ada di stasiun maupun di dalam kereta. Bila ada yang mencurigakan, bisa langsung melapor kepada petugas keamanan yang ada,” katanya.

Ia menjelaskan, untuk memaksimalkan pelayanan dan kenyamanan bagi masyarakat yang akan menggunakan kereta api, dihimbau untuk melakukan pembelian di seluruh channel resmi penjualan tiket kereta api, antara lain pada KAI Access, situs kai.id, contact center 121/ (021) 121 maupun channel eksternal yang telah bekerja sama dengan KAI seperti gerai minimarket, Traveloka, Tiket.com, Tokopedia, agen resmi lainnya, dan melakukan pembelian di loket reservasi stasiun mulai 09.00 Wib sampai 16.00 Wib.

Sedangkan untuk para calon penumpang tidak datang terlalu awal dari jadwal keberangkatan, lebih baik datang 2 sampai 3 jam sebelum keberangkatan untuk menghindari kepadatan dan penumpukan penumpang di stasiun.

Penumpang tidak membawa barang yang melebihi kapasitas 20 Kg atau barang yang memakan tempat terlalu banyak, karena akan mengganggu penumpang lainnya. Penumpang juga diwajibkan mencetak tiket sebelum memasuki stasiun. Cetak tiket diperuntukkan bagi calon penumpang yang membeli tiket melalui channel eksternal.

Selama dalam perjalanan, penumpang dihimbau tidak memakai perhiasan yang berlebihan, karena bisa memancing pelaku kejahatan. Salah satu tindak kejahatan yang kerap menimpa pemudik adalah bius maupun gendam. (Katrine)

Bagaimana Menurut Anda