Salah Satu Warga Binaan Lapas Kayuagung OKI Mengaku Disiksa

601

KAYUAGUNG-OKI, BERITAANDA – Mus Andrian bin Mustar, salah satu warga binaan di Lapas Kayuagung Ogan Komering Ilir (OKI) mengaku dalam kondisi sangat memprihatinkan, bahkan nyawanya pun merasa terancam.

Hal ini terkuak, setelah adanya surat diduga ditulis tangan pria tersandung kasus Tipikor yang divonis 7 tahun 6 bulan penjara tersebut. Dikirim pada tanggal 17 Februari 2020, tertuju kepada Kepala Lapas Kayuagung, Hamdi Hasibuan.

Dalam surat itu, Mus Andrian yang telah menjalani masa tahanan 6 tahun 9 bulan penjara itu menyampaikan 3 permintaan kepada Kalapas, Hamdi Hasibuan. Di poin pertama, Mus meminta dan memohon solusi persoalannya yang terkait hutang piutang.

“Saya selaku warga binaan Lapas Kayuagung saat ini memohon solusi pemecahan, dikarenakan masalah yang saya hadapi saat ini, masalah hutang-piutang,” tulis Mus.

Pada poin kedua, Mus menuliskan seraya mengaku dipukul, disiksa dan dimassa. Bahkan Mus mengaku hendak dibunuh.

“Tolong pak, nyawa saya terancam meski saya dipindah ke kamar lain. Saya dilempar pakai batu, kayu, air kencing serta dipukuli beramai-ramai. Tolong saya pak (Kalapas),” tulisnya lagi.

Mus mengaku muka, dada, tangan, kaki hingga kepala dan tubuhnya sudah tidak kuat menahan siksaan.
“Bahkan alat vital saya juga dipukul,” tulis Mus dalam surat.

Pada poin ketiga, Mus mengaku sudah berulang kali melaporkan ke petugas lapas. Namun tetap mendapat penyiksaan.

“Apakah saya harus melapor kepada aparat dan lembaga bantuan hukum. Saya akan suruh keluarga saya untuk memvisum penganiayaan ini,” tulis Mus lagi.

Diakhir surat, Mus mengaku menulis surat itu dalam keadaan penuh rasa ketakutan. Dia meminta Kalapas cepat bertindak.

Sementara itu, Kalapas Kayuagung, Hamdi Hasibuan saat dikonfirmasi wartawan mengatakan belum menerima laporan ataupun surat yang dimaksudkan tersebut. Dia mengaku saat ini sedang berada di Jakarta

“Kalau soal surat itu saya sendiri belum tahu, nanti saya cek dulu. Saat ini saya sedang berada di Jakarta,” tukas Hamdi mengakhiri pembicaraan melalui telephone. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda