RSUD Sekayu Ukir Sejarah, Pertama di Sumbagsel Gelar Proctoring Tindakan Coiling Stroke

9

MUSI BANYUASIN, BERITAANDA – RSUD Sekayu kembali mencatatkan capaian penting dalam pengembangan layanan kesehatan. Rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) ini menjadi rumah sakit pertama di Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) yang menggelar Proctoring Tindakan Coiling untuk penanganan stroke, Selasa (22/9/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Pengampuan Layanan Stroke Kementerian Kesehatan RI yang mempertemukan dokter spesialis neurointervensi RSUD Sekayu dengan tim proktor dari RSUP Dr. Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang. Pendampingan ini menjadi langkah strategis untuk mempercepat alih pengetahuan, meningkatkan kompetensi tenaga medis, sekaligus memperkuat kemandirian layanan stroke di daerah.

Proctoring merupakan proses pendampingan secara langsung oleh dokter spesialis pengampu kepada rumah sakit jejaring agar mampu melaksanakan tindakan neurointervensi sesuai standar nasional. Salah satu prosedur yang dilakukan ialah coiling, yakni tindakan minimal invasif dengan menggunakan kateter untuk menangani kelainan pembuluh darah otak secara cepat dan presisi, dengan risiko yang lebih rendah bagi pasien.

Kegiatan diawali dengan pembukaan secara hybrid yang dihadiri Direktur Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RSPON), Direktur Utama RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang dr. Siti Khalimah Sp.KJ MARS, jajaran Kementerian Kesehatan RI, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Musi Banyuasin yang mewakili Kepala Dinas Kesehatan, serta jajaran manajemen RSUD Sekayu.

Plt Direktur RSUD Sekayu, Ucu Arunsang S.KM M.Kes mengatakan, penanganan stroke membutuhkan kecepatan, ketepatan, dan kolaborasi yang kuat sejak pasien pertama kali tiba di fasilitas kesehatan.

“Kami telah membangun jejaring Code Stroke Muba yang melibatkan seluruh rumah sakit dan puskesmas di Musi Banyuasin. Dengan dukungan fasilitas Cathlab Neurointervensi serta peningkatan kompetensi SDM, masyarakat kini memiliki peluang mendapatkan layanan stroke yang lebih cepat dan optimal,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan proctoring menjadi tonggak penting dalam transformasi layanan kesehatan di RSUD Sekayu. Lebih dari sekadar pendampingan tindakan medis, kegiatan ini merupakan investasi jangka panjang untuk mencetak tenaga kesehatan yang kompeten sehingga layanan neurointervensi dapat diselenggarakan secara mandiri, aman, dan berkualitas bagi masyarakat Musi Banyuasin maupun wilayah Sumbagsel. (Sansida)

Bagaimana Menurut Anda