Pusat Jajanan Malam di Kota Gunungsitoli Ini Mulai Beroperasi Pertengahan Juli 2019

159

GUNUNGSITOLI-SUMUT,BERITAANDA – Guna membahas dan menyepakati penataan lokasi Jalan Taman Yaahowu agar lebih memudahkan masyarakat berbelanja dan menikmati jajanan malam di satu lokasi, dan juga menata kawasan perkotaan agar lebih indah, asri dan nyaman. Walikota Gunungsitoli melaksanakan pertemuan dengan pedagang, Rabu (19/6/2019).

Kegiatan yang diprakarsai oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Gunungsitoli ini bertujuan untuk memusatkan lokasi jajanan malam (kuliner) yang mudah diakses serta terintegrasi dengan aktivitas perekonomian masyarakat, serta terciptanya sentra perekonomian daerah berbasis jasa, perdagangan dan industri.

Mengingat dewasa ini pertumbuhan ekonomi di Kota Gunungsitoli diwarnai dengan meningkatnya produk-produk kuliner yang bertebaran di sekitar Kota Gunungsitoli. Selain itu juga, rencana ini merupakan salah satu bentuk promosi daerah dalam rangka menyongsong event Sail Nias maupun event-event kepariwisataan daerah lainnya.

Pertemuan yang dihadiri oleh para pedagang di sepanjang jalan komplek Taman Yaahowu Kota Gunungsitoli ini, Walikota Ir. Lakhomizaro Zebua didampingi Sekda Kota Gunungsitoli Ir. Agustinus Zega Agus Zega dan Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekretariat Daerah Kota Gunungsitoli Ir. Nur Kemala Gulo.

Adapun beberapa konsep yang telah dipikirkan oleh Pemerintah Kota Gunungsitoli yakni mencakup beberapa hal, diantaranya menempatkan para pedagang jajanan malam di sepanjang jalan Taman Yaahowu mulai pukul 17.00 Wib sampai 01.00 Wib dini hari, kecuali bagi masyarakat yang bermukim di lokasi tersebut.

Selain itu, pedagang kelapa muda akan ditempatkan pada eks Pasar Help, dan parkir kendaraan diarahkan di eks Pasar Help serta di samping pos polisi lalu lintas menuju dermaga pelabuhan lama.

Jalan Taman Yaahowu akan digunakan oleh pejalan kaki yang terlebih dahulu memarkirkan kendaraannya di lokasi parkir yang telah disebutkan tadi, sedangkan bahu jalan sebelah kanan akan digunakan untuk lintasan bagi kendaraan pribadi roda dua dan empat, kecuali truk dan sejenisnya.

Dalam perencanaan ini, pemerintah akan memfasilitasi penyediaan kebutuhan daya listrik, pemetaan lokasi masing-masing pedagang, penyediaan tong-tong sampah (organik dan un-organik), pengaturan lalu lintas, tenaga keamanan dan ketertiban, serta pengaturan tempat parkir kendaraan.

Mengharapkan para pedagang juga untuk mematuhi kewajibannya, diantaranya menempati lokasi yang telah ditetapkan, sarang yang digunakan (gerobak, meja dan tenda) tidak bersifat permanen, kecuali bagi pedagang kelapa muda. Selain itu, para pedagang diharapkan juga menjaga kebersihan, keamanan dan ketertiban umum di sekitar area pusat jajanan ini, serta memelihara fasilitas umum yang tersedia di lokasi.

“Melalui kesepakatan bersama ini kita merumuskan rencana penempatan, serta menghimpun berbagai kendala dan masalah yang dialami para pedagang, jika perencanaan ini,” ujar walikota dalam pertemuan itu.

Peserta yang terdiri dari para pedagang, pebisnis, maupun pemilik usaha sekitar Taman Yaahowu maupun pedagang gerobak sekitar Kota Gunungsitoli sangat antusias menanggapi konsep ini, dan mereka juga menyampaikan berbagai kendala, saran, dan pendapat demi menyempurnakan perencanaan yang telah dipaparkan oleh walikota tersebut.

Setelah melewati berbagai pembahasan dan pertimbangan, maka dihasilkan kesepakatan bersama bahwa penempatan pusat jajanan malam di lokasi Taman Yaahowu Gunungsitoli akan digelar secara resmi mulai pertengahan Juli 2019, tentunya sembari mempersiapkan dan membenahi lokasi baik secara konsep maupun teknis. (Ganda)

Bagaimana Menurut Anda