Puasa Diganti Fidyah Karena Covid-19, Gus Miftah: Bikin Kacau

213
Deddy Corbuzier (kanan) belajar menghapal surat Alfatihah bersama Gus Miftah di Bandara Adi Sucipto, Yogyakarta, Jumat, 21 Juni 2019. Deddy menyangkal menjadi mualaf karena akan menikah dengan tunangannya yang beragama Islam. Instagram/@Gusmiftah

SERBA-SERBI, BERITAANDA – Gus Miftah mengungkapkan kekesalannya mengenai wacana agar Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa boleh tidak berpuasa Ramadhan di tengah pandemi virus corona atau Covid-19 dengan cara membayar fidyah.

“Kok saya gagal paham ya,” katanya memulai kemarahannya dalam video yang diunggah di akun Instagramnya pada Sabtu (18/4/2020).

Menurut pemilik dan pengelola Pondok Pesantren Ora Aji, Kalasan, Yogyakarta ini, saat ini banyak yang mengalami kesulitan ekonomi karena wabah yang memaksa tidak bisa bekerja secara normal.

“Kalau kemudian gak usah puasa, harus bayar fidyah, mereka bayar dari mana,” ucap sahabat Deddy Corbuzier ini.

Wacana untuk meminta MUI mengeluarkan fatwa ini sempat ramai di Twitter sejak dua pekan lalu. Perdebatan yang pro kontra menanggapi wacara tidak berpuasa wajib itu. Si pengusul beralasan bulan puasa tahun ini akan berat lantaran berbarengan dengan wabah yang bisa membuat daya tahan tubuh menurun karena flu, batuk, hingga gangguan pernapasan.

Pemilik nama Panjang Miftah Maulana Habiburrahman ini kemudian menukilkan sabda Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. “Kalau dikatakan berhubungan dengan kesehatan, Rasulullah sudah mengatakan, ‘Shummu tasihhu, berpuasalah kamu maka kamu akan menjadi sehat’,” katanya.

Gus Miftah dengan nada yang menunjukkan kekesalannya kemudian mengatakan negeri ini kacau bukan hanya karena virus corona. “Tapi ada dua virus yang mewabah sekitar agama. Yang pertama banyak orang bodoh tapi ikut-ikutan berbicara agama. Yang kedua, demi kepentingan politik, jualan agama. Agama dijadikan komoditas politik,” kata dia.

Yusuf Mansur yang melihat tayangan di video itu justru salah fokus dengan kaos jersey Real Madrid yang dikenakan Gus Miftah. “Kaosnya mantaaaabbb,” tulisnya.

Komentar ini dibalas Gus Miftah dengan ajakan untuk melihat langsung pertandingan di stadion milik Real Madrir di Bernabeu, Madrid, Spanyol.

Ada juga netizen yang mengomentari video berdurasi satu menit dan sudah ditonton lebih dari 170 ribu kali itu.

“Mungkin bolehlah ya, yang sakit gak puasa (diganti). Tapi kalau jadi fatwa…” kata @blackhiden sambil bertanya. Gus Miftah menjawab pertanyaan ini. “Kalau sakit boleh gak puasa, itu jelas Mas ada di ayat Quran.” (*)

Sumber: tempo.co

Bagaimana Menurut Anda