Program Wakaf ACT Bantu Pemulihan Ekonomi di Masa Pandemi Covid-19

8

BANDAR LAMPUNG, BERITAANDA – Pada masa pandemi Covid-19, naiknya angka kemiskinan di Lampung membuat 65 persen pelaku usaha mikro mengalami kesulitan dalam permodalan, bahan baku, penjualan, produksi dan distribusi yang relevan. Ini mengakibatkan permintaan produk UMKM menurun hingga 89 persen.

Hal tersebut disampaikan Qudratul Ikhwan selaku Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Sektretariat Provinsi Lampung mewakili Gubernur Lampung saat peluncuran Wakaf UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) bersama Aksi Cepat Tanggap (ACT) Lampung yang bertajuk ‘Bersama UMKM Angkat Indonesia’, di gedung Pusiban, kantor Pemerintahan Provinsi Lampung, Selasa (22/6).

“Global Wakaf ACT sangat kita dukung. Melalui kawan-kawan ACT akan disalurkan kepada orang-orang yang membutuhkan. Program Wakaf ACT ini sangat membantu untuk pemulihan ekonomi kita di masa pandemi covid-19,” tutur Qudratul.

Oleh karena itu, kata dia, kita sangat mengharapkan watak perusahaan mikro di Indonesia dapat diberdayakan dan dikembangkan di Lampung.

“Kita harus bergandengan tangan, bersinergi bersama – sama untuk mengatasi berbagai masalah yang kita hadapi. Untuk diketahui bahwa pada masa pandemi Covid -19 ini banyak UMKM yang terpuruk. Mudah-mudahan apa yang kita lakukan hari ini dapat terlaksana segera untuk 1.000 UMKM di 15 kabupaten / kota se-Provinsi Lampung,” ujarnya.

Sementara itu, Presiden Global Wakaf ACT M. Iman Akbari mengungkapkan bahwa hari ini kita belajar bahwa, kita punya instrumen yang namanya wakaf. “Karena Covid -19, krisis UMKM luar biasa, disinilah  ujian ke relawanan kita,” jelas Dia.

“Wakaf ini benar-benar menjadi instrument di tengah pandemi Covid-19, yang bisa menjadi alternatif pengganti untuk membangun kewirausahaan, bagaimana bisa meluaskan lapangan kerja dimana satu UMKM bisa memfasilitasi lapangan kerja,” lanjutnya.

Dirinya menyatakan peran UMKM di Indonesia sebagai tulang punggung sekaligus guru perekonomian bangsa, dimana pada 2008 menjadi tahun dimana Undang-Undang Republik Indonesia mengesahkan kebijakan umum tentang UMKM.

“Pandemi Covid-19 ini juga mengancam perekonomian UMKM, dimana hal tersebut juga menimbulkan depresi krisis finansial yang berdampak pada terbatasnya wilayah gerak mereka termasuk pendonatur,” terang Iman.

Ditemui usai kegiatan tersebut, Suprapti, salah seorang penerima wakaf UMKM mengucapkan syukur atas adanya program ini. Ia yang mendapat bantuan wakaf sebesar Rp 1 juta, bisa untuk tambah modal suami yang berdagang es kacang merah keliling dengan gerobak.

Suprapti mengungkapkan bahwa sebelum Covid -19 melanda, dirinya juga berdagang es kacang merah dekat kampus Universitas Technokrat.

“Saat Covid-19 mulai melanda, saya tidak lagi berdagang, karena kampus libur, otomatis dagangannya mulai tak laku. Bahkan tak dapat uang sama sekali saat berjualan. Alhamdulillah hari ini saya dapat bantuan, bisa untuk menambah modal suaminya berdagang,” tutupnya. [Katrine]

Bagaimana Menurut Anda