Polsek Candipuro Lampung Selatan Dibakar Massa, 2 Kanit Lari Tunggang Langgang

94

LAMSEL-LAMPUNG, BERITAANDA – Aksi anarkis warga terjadi di Kecamatan Candipuro, Lampung Selatan [Lamsel]. Warga mengamuk dan membakar kantor Polsek Candipuro pada Selasa (18/5) sekitar pukul 23.00 WIB. Kejadian tersebut membuat dua [2] Kanit Polsek lari tunggang langgang kabur dari amukan warga.

Kapolsek Candipuro Lampung Selatan AKP Ahmad Hazuan mengatakan, sebelum Mapolsek Candipuro dibakar massa ada dua anggotanya yang berjaga, yakni Kanit Reskrim dan Kanit Intelkam.

“Kedua kanit langsung pergi dan ketakutan saat didatangi oleh massa yang banyak dan berkerumun,” kata Kapolsek Candipuro AKP Ahmad Hazuan, Rabu (19/5).

Ahmad Hazuan mengimbau kepada warga untuk bersabar dan mempercayakan kepada pihaknya untuk mengungkap kasus begal.

“Harapannya kepada masyarakat tetap bersabar dengan upaya untuk ungkap kasus yang sedang kita upayakan menangkap pelaku begal yang meresahkan masyarakat,” kata Hazuan.

Kerusakan

Api yang membakar Mapolsek Candipuro sendiri berhasil dipadamkan oleh tim pemadam kebakran Lampung Selatan langsung terjun ke lokasi.

“2 unit mobil Damkar dikerahkan ke lokasi. Serta ada 8 orang pemadam kebakaran termasuk saya, yang langsung terjunkan ke lokasi untuk Memadamkan Api di Mapolsek Candipuro,” kata Kepala Pemadam Kebaran Lampung Selatan Maturidi Ismail.

Maturidi Ismal mengatakan setelah mendapat informasi dari warga terkait pembakaran di Mapolsek Candipuro tim Damkar Lampung Selatan langsung terjun ke lokasi.

“Kami mendapatkan kabar dari warga tentang pembakaran Mapolsek Candipuro sekitar jam 11 malam,” kata Matuidi.

“Warga yang kesal membakar Mapolsek Candipuro. Kini api sudah berhasil dipadamkan. Api berhasil dipadamkan sekitar jam setengah 1 tadi,” tutupnya.

Sementara itu massa bisa diredam setelah Wakapolres Lampung Selatan Kompol Harto Agung Cahyo mendatangi lokasi Mapolsek Candipuro untuk meredam emosi warga, Candipuro, Lampung Selatan.

Camat Candipuro Wasidi mengatakan, Wakapolres Lampung selatan sudah mendatangi lokasi kejadian.

“Pak Wakapolres sudah datang ke lokasi untuk meredam emosi dari warga. Pak Wakapolres bersama tim kepolisian Polres Lampung selatan langsung mencoba berdiskusi atau berdialog dengan warga di lokasi kejadian untuk meredam emosi warga supaya masa tidak tambah banyak,” kata Wasidi.

“Upaya-upaya telah dilakukan dari pihak kepolisian untuk meredam emosi warga. Salah satunya dengan mendengarkan keluhanan dari warga, terkait pembegal dan aksi kriminalisme yang terjadi di Wilayah Candipuro,” imbuhnya.

Wasidi menambahkan hal itu merupakan bagian dari peran kepolisian dalam meredam konflik di masyarakat. “Sampai saat ini pihak kepolisian dengan warga sekitar dan tokoh adat di sini masih berdialog untuk menentukan langkah selanjutnya,” katanya.

“Warga yang terlanjur kesal melempari Mapolsek itu dengan batu, dan beberapa barang di Mapolsek itu di buang ke luar dan di bakar,” bebernya.

Waisidi mengatakan kejadian kriminalitas sudah sering terjadi di daerah ini. Ia menambahkan, satu warga bahkan ada yang berkata dalam sehari pernah terjadi lima kali kejadian pembegalan di daerahnya, sampa saat ini belum terungkap.

“Hampir setiap hari ada penodongan, pembagalan. Warga sudah melapor cuma tidak ada tindakan dari kepolisian, seakan-akan tidak mau tau,” beber Wasidi.

Terpisah, Kapolsek Candipuro AKP Ahmad Hazuan menuturkan jika dalam peristiwa kebakaran Mapolsek Candipuro tidak ada korban jiwa.

“Benar Mapolsek kami dibakar massa, tapi tidak ada tahanan,” ungkap Kapolsek Candipuro AKP Ahmad Hazuan, Rabu (19/5).

Ahmad Hazuan mengungkapkan para tahanan kebetulan dipindahkan lantaran gedung sedang dalam rehabilitasi. “Gedung Mapolsek ini sebenarnya sedang dalam perawatan,” kata Hazuan.

Hazuan menuturkan selain itu alat tulis kantor (ATK) juga sudah dipindahkan ke rumah dinas yang berada di belakang Mapolsek.

“Hanya bagian Mapolsek yang rusak (terbakar) yakni gedung SPK (Sentral Pelayanan Kepolisian) atau tempat menerima pengaduan, karena ruangannya kecil dan banyak furnitur, maka mudah terbakar,” ujarnya.

Ahmad Hazuan pun tak menampik jika Mapolsek Candipuro Lampung Selatan menjadi sasaran amukan massa lantaran dianggap lamban dalam penanganan kasus begal. “Massa ini ingin mengklarifikasi atas begal tersebut, tapi karena massa ramai hingga akhirnya Mapolsek dibakar,” ucapnya.

“Aparat Polsek Candipuro sudah semaksimal mungkin dalam upaya ungkap kasus begal tersebut,” ujarnya. [tribunnews.com]

Bagaimana Menurut Anda