Polres Sekadau Gelar Linsek Jelang Paskah dan Ramadhan

54
Kapolres Sekadau AKBP Kayuswan Trie Panungko pimpin jalannya linsek. (BERITAANDA)

SEKADAU-KALBAR, BERITAANDA – Menghadapi perayaan paskah dan mamasuki bulan suci Ramadhan 1442 Hijriah, Kepolisian Resor Sekadau bersiap. Hal ini dipicu dengan adanya aksi teror di beberapa wilayah serta masih dalam pandemi Covid-19.

Kamis (1/4) siang, Kapolres Sekadau AKBP Kayuswan Trie Panungko, SIK MM memimpin rakor lintas sektoral [linsek] menjelang dua momentum umat beragama itu.

“Para tokoh yang dikumpulkan dalam rakor harus memiliki kesamaan persepsi apa yang harus dilakukan,” kata Kapolres Kayuswan.

Dikatakan Kapolres, kegiatan-kegiatan di masyarakat harus mematuhi aturan pemerintah pusat di masa pandemi. Selain itu, juga untuk menghindari persepsi masyarakat bahwa pemerintah tidak adil dalam memberlakukan kegiatan keagamaan.

Terkait pelaksanaan ibadah hari raya paskah, dimulai pada Kamis putih, Jumat agung dan Ahad paskah. Kepolisian Resor Sekadau telah melaksanakan ploting personel untuk pengamanan gereja-gereja saat beribadah.

“Rekan-rekan TNI, Satpol PP dan ormas bisa bersama-sama juga sampai pada tingkat kecamatan melaksanakan pengamanan bersama kami,” kata Kapolres.

Mengenai peribadatan umat Kristiani di gereja, Kapolres kembali menekankan agar para tokoh agama Kristiani agar memberikan imbauan kepada umat yang melaksanakan ibadah untuk tidak membawa tas atau ransel. Jemaat, menurut Kapolres, cukup membawa dompet dan handphone.

“Termasuk jika dilaksanakan ibadah tarawih di masjid-masjid agar jemaah tidak membawa tas,” imbau Kayuswan.

Mengenai pelaksanaan ibadah sholat tarawih berjamaah, diakui Kapolres, sampai saat ini belum ada perubahan dari surat edaran Kementerian Agama No 6 Tahun 2020 tentang ibadah di tengah pandemi Covid-19.

“Ditekankan tidak adanya kegiatan saur dan buka bersama secara on the road. Sholat tarawih dilaksanakan secara individu atau bersama keluarga di rumah, namun bisa diatur lebih lanjut menyesuaikan situasi di daerah, dan tidak dilaksanakan halal bihalal maupun open house serta tidak mudik,” papar perwira menengah Polri itu.

Sementara itu, Asisten I Bupati Sekadau H. Fendy menyatakan, selama ini toleransi umat beragama di Kabupaten Sekadau cukup baik. “Namun perlunya antisipasi terhadap kemungkinan yang bisa saja terjadi,” tukasnya.

Fendy mengingatkan perlunya mewaspadai adanya provokasi di media sosial yang dapat menimbulkan perpecahan di masyarakat. Mengenai pelaksanaan ibadah sholat tarawih berjamaah di masjid – masjid, Fendy menegaskan pentingnya penerapan protokol kesehatan.

“Seperti pembatasan usia jemaah terawih, terutama anak-anak dan para lansia agar tidak mengikuti sholat tarawih berjamaah, karena rentan akan tertular Covid-19,” ungkap dia.

Rakor ini juga dihadiri sejumlah tokoh lintas organisasi keagamaan, Kepala Kantor Kementerian Agama dan instansi vertikal serta BUMN. (Arni)

Bagaimana Menurut Anda