Pj. Bupati Tubaba: Alat Kontrasepsi Itu Untuk Jaga Kelahiran, Bukan Melawan Kelahiran

61

TULANG BAWANG BARAT, BERITAANDA – Penjabat (Pj) Bupati Tulang Bawang Barat (Tubaba) Drs. M. Firsada M.Si meninjau pelayanan KB dalam rangka memperingati Hari Kontrasepsi Sedunia, Selasa (26/9/2023), di Puskesmas Daya Murni Kecamatan Tumijajar Tubaba.

Dalam sambutannya, Firsada mengatakan, kehadirannya bersama Forkopimda untuk menyaksikan langsung program pemerintah yaitu keluarga berencana dan berkaitan dengan Hari Kontrasepsi Sedunia.

Diakui oleh beliau, apabila dahulu banyak yang menolak ber-KB karena memegang filosofi banyak anak banyak rejeki, namun kini keluarga berencana mutlak dibutuhkan.

“Keluarga berencana merupakan kebutuhan mutlak bagi kita semua. Kalau beberapa tahun yang lalu memang banyak yang menolak, dengan prinsip banyak anak banyak rezeki, ternyata keluarga yang yang menolak itu mengalami kesulitan ekonomi,” terang Pj. Bupati.

“Bahkan ada yang mengatasnamakan agama untuk menolak ber-KB, dan terbukti kalau kelahiran tidak dibatasi, keluarga merasakan kesulitan, baik secara ekonomi maupun kesehatan ibu dan bayinya,” ujar dia.

“Hari ini kami bersama Forkopimda turut berbangga bahwa ibu-ibu ternyata peduli bukan karena program pemerintah, tetapi kesadaran diri sendiri. Jauh-jauh datang kesini (tempat kegiatan) untuk memasang kontrasepsi,” ujar Pj. Bupati.

Alat kontrasepsi seperti kondom, IUD (Intrauterine Device -red) ataupun pil KB ini semata-mata untuk menjaga kelahiran bukan melawan kelahiran.

“Untuk membatasinya perlu perencanaan, terlebih pemerintah sekarang mempunyai program penurunan stunting. Lebih baik anak sehat daripada banyak anak banyak penyakit. Sementara sulit mencari nafkah, akhirnya semuanya terlantar,” jelasnya.

Firsada yang juga Kaban Kesbangpol Lampung ini berharap, ibu produktif yang ber-KB selalu diberi kesehatan, termasuk yang memiliki bayi. Sehingga terhindar dari stunting dan menjadi generasi sehat.

“Menjadi generasi yang sehat, generasi yang kuat untuk meneruskan pembangunan di Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pungkasnya. (Wawan)

Bagaimana Menurut Anda