Permudah Wajib Pajak Tunaikan Kewajibannya, BPPD OKI Jalin Kerjasama dengan Kantor Pos Indonesia

300
Kepala Badan Pengelolaan Pajak Daerah Kabupaten OKI dan perwakilan Kantor Pos usai menyepakati kerjasama pembayaran PBB.

KAYUAGUNG-OKI, BERITAANDA – Badan Pengelola Pajak Daerah (BPPD) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Provinsi Sumatera Selatan terus beri kemudahan para wajib pajak dalam menunaikan kewajiban, melalui kerjasama yang dijalin dengan Kantor Pos Indonesia setempat.

Kenapa demikian, karena setelah adanya kerjasama yang terjalin ini, masyarakat OKI yang termasuk dalam peserta wajib pajak, kedepan bisa membayar dengan lebih mudah dengan cara dapat dilakukan di Kantor Pos terdekat untuk tempat pembayaran khusus PBB P2.

Kepala BPPD OKI Muhammad Amin mengharapkan, kehadiran kerjasama ini akan lebih memudahkan masyarakat yang ingin membayar PBB P2.

“Jadi itu kita permudah, semua bayar pajak bisa di Kantor Pos. Kantor Pos juga sudah punya aplikasi,” jelasnya, Jumat (10/5/2019).

Menurut dia, ini merupakan salah satu terobosan yang dilakukan oleh pihaknya. Untuk itu, kedepan bukan tidak mungkin pihaknya juga akan mengembangkan ini dengan OPD lain.

“Ini pake aplikasi, jadi bisa langsung konek ke android, sehingga bisa dipantau dari rumah. Itu juga bisa kami cek setiap hari berapa yang masuk, jadi memudahkan kami juga mantau,” tuturnya.

Ditambahkan Kepala Bidang (Kabid) PBB BPHTB BPPD OKI, Nurbaiti, bahwa kerjasama ini semakin menambah variasi masyarakat yang ingin membayar PBB. Pasalnya, sebelum adanya kerjasama ini masyarakat harus membayar dengan mendatangi Bank Sumsel Babel.

Dirinya memaparkan, sebagaimana tempat pembayaran lainnya memang ada biaya administrasi yang dikenakan. Untuk pembayaran PBB di Kantor Pos ini sendiri, dikenakan biaya sebesar Rp2.500.

“Jadi yang ingin membayar bisa langsung datang ke Kantor Pos terdekat dengan membawa SPPT yang nanti akan kita bagikan melalui kades-kades. Jadi masyarakat tinggal bayar,” paparnya.

Terkait waktu mulai pembayaran, Nurbaiti melanjutkan, kemungkinan sistem ini akan bisa digunakan dalam waktu dua pekan ke depan.

“Sekarang belum konek. Nanti kalau sudah bisa akan ada pemberitahuan lebih lanjut,” tandasnya. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda