Peringati HUT TNI AL, Lanmar Jakarta Gelar Upacara

64

JAKARTA, BERITAANDA – Pangkalan Korps Marinir Jakarta (Lanmar Jakarta) menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 TNI AL, di lapangan Markas Komando Lanmar Jakarta Marinir (Mako Kwini Lanmar Jakarta) Jakarta Pusat, Senin (12/9/2022).

Upacara peringatan HUT ke-77 TNI AL yang melibatkan satu kelompok pasukan perwira, satu kelompok pasukan bersenjata bintara dan tamtama, satu kelompok PNS Korps Marinir dipimpin oleh Komandan Pangkalan Korps Marinir Jakarta Kolonel Mar Nasrudin SH MSM CFrA.

HUT TNI Angkatan Laut yang diperingati setiap tanggal 9 September, pada tahun 2022 digelar secara sederhana dan khidmat terpusat di Kesatriaan TNI AL Pondok Dayung Jakarta Utara dengan tetap menerapkan protokol kesehatan Covid- 19 sesuai anjuran pemerintah.

Komandan LanmarJakarta  saat menyampaikan amanat Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono SE MM mengatakan bahwa sejarah pengabdian TNI AL pada Negara Kesatuan Republik Indonesia telah terukir dengan tinta emas sejak lahirnya bangsa ini 77 tahun silam. Yakni dalam upaya menjaga kedaulatan dan mempertahankan keutuhan bangsa dan negara.

“Pendaratan pasukan Marinir di Selat Bali, pertempuran laut Aru dan pertempuran laut Cirebon adalah sebagai fakta sejarah pengabdian TNI AL pada negara yang kita cintai. Torehan tinta emas pengabdian tidak berhenti sampai di situ saja, saat ibukota Jakarta membara dilanda kerusuhan masa tahun 1998,TNI AL hadir meredam para demonstran secara humanis. Begitu juga ketika KM Sinar Kudus di bajak di laut Somalia, TNI AL berlayar ribuan mill menuju teluk Aden, sigap dan tanggap membebaskan para sandera. Kemudian ketika bangsa ini dilanda Covid -19, TNI AL membantu bergerak ke seluruh penjuru nusantara membantu mengatasi penyebaran pandemi Covid -19,” jelas dia.

“Beberapa hal tersebut adalah bagian kecil dari bukti nyata pengabdian tanpa pamrih TNI AL pada negara kepulauan terbesar di dunia yang kita banggakan. Tantangan yang dihadapi bangsa ini tidak akan semakin mudah. Kita membutuhkan ESDM, prajurit yang terampil dalam bidang pengetahuan dan teknologi,” tambah dia.

“Bangsa yang kuat bukanlah bangsa yang tidak pernah jatuh dalam menghadapi ujian dan tantangan, namun bangsa yang ketika jatuh mampu bangkit berdiri lebih kuat. Pelaut yang tangguh bukan pelaut yang tidak pernah mabuk laut bila menghadapi badai dan gelombang, namun pelaut yang bila mabuk laut ia tetap tegak berdiri memegang kemudian membentangkan layar, menghadapi badai yang menghadang. Pulihlah Indonesiaku bangkit lebih kuat, jayalah selalu TNI AL,” pungkasnya. (Katharina)

Bagaimana Menurut Anda