Cerita Sulam Tapis Lampung yang Memikat Pengunjung Pameran Persit 2026

8

JAKARTA, BERITAANDA – Suasana hangat dan meriah menyelimuti Balai Kartini, Jakarta, saat ribuan pengunjung memadati gelaran Pameran Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) 2026 yang berlangsung pada 7–9 Mei 2026.

Kemeriahan acara semakin terasa dengan kehadiran Ibu Wakil Presiden RI, Selvi Ananda, yang meninjau langsung stan-stan pameran dalam rangka peringatan HUT ke-80 Persit bertema “Persit Bisa”.

Di tengah ramainya pameran, Booth 75 menjadi salah satu pusat perhatian pengunjung. Sejak pintu dibuka, antrean tampak mengular demi menyaksikan lebih dekat keindahan sulam Tapis Lampung khas Bumi Ruwa Jurai.

Daya tarik utama booth tersebut terletak pada demonstrasi langsung pembuatan kain sulam tapis. Seorang perempuan mengenakan rompi bermotif tradisional tampak tekun duduk di depan spanram atau bingkai kayu, menyulam benang emas di atas kain dengan gerakan tangan yang lincah dan presisi.

Teknik manual yang dikenal sebagai teknik “cucuk” itu memperlihatkan ketelatenan tinggi dalam setiap tarikan benang. Peralatan sederhana yang tertata di atas meja kecil semakin menegaskan kesan autentik bahwa setiap karya yang dihasilkan merupakan produk seni bernilai tinggi.

Perwakilan pengelola Booth 75, Ny. Vita Mustadir, mengaku bangga atas antusiasme pengunjung terhadap warisan budaya Lampung tersebut.

“Luar biasa sekali melihat animo pengunjung tahun ini. Kami sangat senang melihat banyak orang, mulai dari anggota Persit hingga masyarakat umum, yang menghargai detail sulam tangan atau teknik cucuk yang kami tampilkan,” ujarnya.

Booth 75 menghadirkan Asri Tapis Lampung yang mewakili Persit KCK Daerah XXI/Radin Inten dengan membawa koleksi premium yang melampaui fungsi kain tradisional semata.

Penataan ruang yang elegan dengan lantai parket kayu dan pencahayaan warm white mempertegas kemewahan tekstur kain yang dipamerkan. Tapis Lampung tidak hanya ditampilkan dalam bentuk kain, tetapi juga telah bertransformasi menjadi produk fesyen modern dan fungsional.

Pengunjung dapat menemukan berbagai tas tangan, clutch modern, hingga busana siap pakai dengan sentuhan etnik yang dipajang rapi di rak-rak minimalis. Inovasi tersebut dilakukan agar kain tapis tetap relevan digunakan dalam aktivitas sehari-hari maupun acara resmi.

Salah seorang pengunjung mengaku rela datang sejak pagi demi mendapatkan koleksi terbaik.

“Saya sengaja datang lebih awal agar tidak kehabisan. Tapis di sini punya ciri khas berbeda, koleksinya elegan dan cocok dipakai untuk acara resmi maupun kasual,” ungkapnya.

Kehadiran produk-produk tersebut bukan sekadar aktivitas niaga, melainkan juga wujud penguatan ekonomi kreatif bagi anggota Persit.

Asri Tapis Lampung sendiri dikelola oleh bidan Asri, istri dari Kopda Angga Dwi Ferdian, prajurit Yonif 143/TWEJ binaan Persit KCK Daerah XXI/Radin Inten.

Ketua Persit KCK Daerah XXI/Radin Inten, Ny. Asti Kristomei Sianturi menegaskan, bahwa partisipasi dalam pameran ini merupakan bagian dari pembinaan untuk menjadikan istri prajurit sebagai penggerak ekonomi yang mandiri dan tangguh.

“Tujuannya jelas, mengangkat derajat kain tapis menjadi bagian dari gaya hidup modern yang mampu bersaing di kancah internasional,” katanya.

Semangat tersebut sejalan dengan pesan Ketua Umum Persit KCK, Uli Simanjuntak, mengenai peran perempuan dalam organisasi.

“Dengan tema ‘Persit Bisa’, kami ingin menegaskan bahwa perempuan Persit mampu beradaptasi, berkarya, dan memberikan manfaat bagi sesama,” tuturnya.

Pameran yang berlangsung hingga 9 Mei 2026 itu menjadi bukti bahwa tradisi dan budaya lokal tetap dapat berkembang mengikuti zaman. Di tangan para perajin dan pelaku UMKM kreatif, Tapis Lampung terus menemukan jalannya untuk bersinar di masa depan. (*)

Bagaimana Menurut Anda