Penyidik Rampungkan Berkas Perkara Dugaan Korupsi Proyek di RS Kusta Dr. Rivai

11

PALEMBANG, BERITAANDA – Berkas perkara dugaan tindak pidana korupsi proyek penimbunan dan pembuatan turap penahanan tanah sungai oleh PT. Palcon Indonesia pada Rumah Sakit [RS] Kusta Dr. Rivai Abdullah Pelambang dinyatakan sudah lengkap.

Dir Sus Kombes Pol Barly Ramadhany didampingi Kasubbid Penmas AKBP Iralinsah SH melalui Kasubdit 3 Tipikor AKBP Harissandi mengatakan, akibat tindak pidana korupsi tersebut negara mengalami kerugian Rp 5 miliar lebih. Namun hingga kini pembangunannya belum selesai.

“Berkas pelaku sudah lengkap, tinggal penyerahan kedua kepada pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati),” kata dia, Senin (27/9).

Lanjut AKBP Harissandi menjelaskan, dari pengakuan kedua tersangka bahwa uang tersebut digunankan untuk kebutahan sehari-hari. “Ada empat tersangka, namun dua telah meninggal dunia dan dua kita amankan,” katanya.

Diketahui kedua tersangka yang diamankan yakni Juanidi (45) warga Jalan Ahmad Yani Kelurahan 9-10 Ulu Kecamatan Seberang Ulu 1 Palembang yang merupakan Direktur PT Palcn.

Tersangka kedua yakni Rusman (45), warga Kelurahan Mariana, Kecamatan Banyuasin 1 Kabupaten Banyuasin, diketahui merupakan PNS Kementrian RS Kusta sebagai Kasubag Rumah Tangga.

Menanggapi hal tersebut, kuasa hukum Junaidi, Agustina Novitasari SH MH mengatakan, perkara ini sudah menjdi P21 untuk tahan dua penyerahan tersangka dan berkas lengkapnya.

“Kami merasa sedikit aneh dengan perkara ini. Seharusnya negara merasa untung, karena ada kelebihan pekerjaan yang diakui itu sebesar Rp 1 miliar. Kenapa tidak bisa selesai pembangunan turap tersebut, karena kami tidak diberi perpanjangan oleh pihak PPK, seharusnya kami mendapatkan perpanjangan 120 hari dua kali,” katanya.

Ia menjelaskan, pekerjaan itu bisa diselesaikan namun tidak diberi perjangan. “BPK sudah turun dan menilai bangunan yang sudah terpasang Rp 5 miliar lebih, dan sisanya dari Rp 12 miliar sudah kita kembalikan, bahkan kita kena pajak dua kali,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, tahap pembangunan sudah mencapai 60%. Dalam perkara ini pihaknya akan menggugat perdata dirut rumah sakit tersebut.

“Sudah tahap mediasi, dan dua pecan kedepan akan masuk pokok perkara di Pangakalan Balai,” tutupnya. [Iwan]

Bagaimana Menurut Anda