Penertiban PKL: Oknum ASN Kelayapan, Satpol PP Kelilipan

1024
Oknum ASN tengah asyik berbelanja pada saat jam kantor, bersamaan dengan pelaksanaan penertiban PKL oleh petugas gabungan Pemkot Sidimpuan, Senin (20/1/2020), di kawasan Pasar Sangkumpal Bonang, persisnya di Jalan MH. Thamrin.

PADANGSIDIMPUAN-SUMUT, BERITAANDA – Penegakan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 41 Tahun 2003 tentang peruntukkan penggunaan jalan, dan Perda Nomor 8 Tahun 2005 tentang penataan dan pembinaan pedagang kaki lima (PKL) terus dimaksimalkan di Sidimpuan.

“Dalam pelaksanaannya, para petugas diminta menggunakan cara humanis dan kekeluargaan,” kata Wakil Walikota Padangsidimpuan H. Arwin Siregar, Senin (20/1/2020), di halaman kantor walikota, saat memberi arahan kepada petugas yang akan melakukan operasi yustisi.

36 orang personel Satpol PP serta 20 orang dari Dinas Perhubungan, ditambah dari Dinas Perdagangan dilibatsertakan pada kegiatan kali ini. Petugas gabungan akan menertibkan setiap PKL yang menempati trotoar dan bahu (badan) jalan di kawasan Pasar Sangkumpal Bonang.

Arwin menyebut, langkah tersebut merupakan bentuk konsistensi pemerintah daerah untuk menertibkan serta mengembalikan fungsi dari setiap fasilitas umum. Terutama di pusat kota agar tidak kumuh ataupun semrawut, sekaligus menata keindahan Kota Padangsidimpuan.

Penertiban ini sendiri merupakan kali kesekian digelar, dengan Satpol PP Sidimpuan sebagai punggawa. Solusi bagi PKL berupa penyediaan lapak-lapak baru di sejumlah lokasi. Yaitu Pasar Sangkumpal Bonang, Pasar Inpres Dalihan Natolu Sadabuan dan Saroha Padangmatinggi.

“Benar, kita telah mendata para PKL dan minta mereka untuk tidak lagi menggunakan fasilitas umum sebagai tempat berjualan. Mereka juga kita imbau segera menempati lokasi berjualan yang telah disediakan pemerintah,” tutur Kadis Perdagangan, Ridoan Pasaribu, di lokasi.

Pantauan BERITAANDA, petugas sempat dibuat pusing oleh ulah sejumlah oknum PKL yang tak mau mengindahkan imbauan petugas supaya memindah barang dagangannya. Alhasil, Satpol PP bersikap, mengamankan dan mengangkut barang-barang tersebut ke dalam truk patroli.

Yang paling menyita perhatian dari kegiatan itu, terlihat beberapa oknum ASN tengah asyik berbelanja di lapak PKL yang akan ditertibkan. Padahal, waktu masih menunjukkan jam kerja kantor. Tampak jelas, beberapa oknum tersebut masih lagi mengenakan pakaian khas ASN.

Dilihat dari seragamnya, mereka tiada lain ialah ASN pemkot setempat. Dengan atribut Pemkot Padangsidimpuan di lengan kiri dan logo Dinas Pendidikan di lengan kanan. Satpol PP seakan kelilipan, para oknum ASN itu melenggang dan tiada tindakan berarti atau semacam teguran.

Kepala Satpol PP yang coba dikonfirmasi awak media ini melalui pesan aplikasi terkait adanya oknum ASN yang terciduk kelayapan pada saat jam kerja, tidak berhasil memperoleh jawaban. Pesan telah terbaca, tapi kasat tidak memberi balasan alias memilih bungkam. (Anwar)

Bagaimana Menurut Anda