Pendukung Ilyas-Endang Demo Minta KPUD Dipecat, Muallimin: Kami Belum Terima Putusan MA

152
Ribuan massa dari partai pengusung dan kader simpatisan pasangan Ilyas-Endang gelar unjuk rasa.

INDRALAYA-OI, BERITAANDA – Ribuan massa partai pengusung dan pendukung dari pasangan calon (paslon) nomor urut 2 Ilyas-Endang, gelar unjuk rasa di depan kantor KPUD dan Bawaslu Ogan Ilir (OI), Senin (2/11/2020).

Dalam orasi yang disampaikan perwakilan massa lewat pengeras suara, meminta penyelenggara pemilihan umum (pemilu), baik Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Ogan Ilir untuk ditangkap, dipecat, dan juga diadili.

“Agar secepatnya Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) menangkap, memecat dan mengadili penyelenggara pemilu dan Bawaslu Ogan Ilir,” ucap Mr. Y, salah satu orator aksi itu.

Ia juga menjelaskan bahwa yang datang ke lokasi itu adalah kader yang akan memenangkan pasangan calon Ilyas-Endang pada 9 Desember nanti. Kemudian, lanjutnya, jika KPUD Ogan Ilir tidak mengindahkan keputusan Mahkamah Agung (MA), dirinya akan melakukan aksi loncat ke sungai Musi dari jembatan Ampera.

Senada, ketua tim pemenangan pasangan calon (paslon) nomor urut 2, Yulian Gunhar, juga dalam orasinya menyampaikan apabila penyelenggara tidak melaksanakan keputusan MA, kembali kami akan datang dengan jumlah massa lebih besar lagi.

“Kami meminta KPUD Ogan Ilir untuk segera melaksanakan putusan Mahkamah Agung,” tegasnya.

Masih dalam aksi itu, terlihat juga penyembelihan seekor kambing, yang mana dimaksudkan sebagai rasa syukur pendemo atas putusan MA yang membatalkan diskualifikasi pasangan Ilyas-Endang, yang beberapa waktu lalu dianulir KPUD dalam kontestasi pilkada serentak Desember mendatang.

Sementara dari pihak KPUD OI melalui ketua tim kuasa hukumnya, Muallimin, kepada wartawan usai aksi pemdemo itu mengungkapkan, KPUD OI hingga saat ini belum menerima salinan putusan dari MA.

“Klien kami sekarang pada posisi menunggu, belum bisa mengambil langkah selanjutnya karena belum tahu hasil keputusannya. Kemudian, klien kita juga sudah berkomunikasi dengan pihak MA, dan hasilnya tetap menunggu. MA juga menyatakan tunggu saja,“ ujarnya. (Adie)

Bagaimana Menurut Anda