Pemprov Lampung Dukung PPDS Anestesiologi Unila, Perkuat Layanan Kegawatdaruratan

15

BANDAR LAMPUNG, BERITAANDA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung memperkuat komitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) kesehatan sekaligus sistem rujukan kegawatdaruratan melalui dukungan terhadap Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesiologi dan Terapi Intensif Universitas Lampung (Unila).

Program tersebut resmi diluncurkan bersamaan dengan pengukuhan Pengurus Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (PERDATIN) Cabang Lampung periode 2025-2028. Kegiatan berlangsung di Swiss-Belhotel Bandar Lampung, Ahad (6/9/2026).

Gubernur Lampung dalam sambutan tertulis yang dibacakan Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, menyampaikan apresiasi atas sinergi antara Unila, RSUD Dr. H. Abdul Moeloek, dan PERDATIN yang melahirkan program pendidikan dokter spesialis tersebut.

Menurutnya, kehadiran PPDS Anestesiologi dan Terapi Intensif merupakan langkah strategis untuk memperkuat pelayanan kesehatan sekaligus investasi jangka panjang bagi Provinsi Lampung.

“Hadirnya PPDS Anestesiologi dan Terapi Intensif di Lampung merupakan langkah strategis dan investasi jangka panjang dalam meningkatkan pelayanan kesehatan. Kolaborasi ini adalah sebuah legacy, kebanggaan, dan wujud pengabdian bagi Provinsi Lampung,” tegas Gubernur.

Pemprov Lampung menargetkan penguatan layanan anestesiologi dan terapi intensif tidak hanya terpusat di rumah sakit rujukan utama. Ke depan, layanan tersebut diharapkan secara bertahap mampu memperkuat sistem rujukan kesehatan di seluruh wilayah Lampung.

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Pusat PERDATIN, Irjen Pol Prof Dr dr Asep Hendradiana, Sp.An-TI., Subsp.TI(K), yang memberikan arahan secara virtual, menegaskan bahwa pengukuhan pengurus bukan sekadar agenda seremonial organisasi. Menurutnya, momentum tersebut juga menjadi bagian penting dalam menentukan masa depan pelayanan dan penanganan medis, khususnya di bidang anestesiologi dan terapi intensif.

“Kebutuhan terhadap dokter spesialis anestesi dan terapi intensif semakin besar. Jadilah dokter yang tidak hanya mengejar gelar, tetapi mengejar kompetensi, memiliki integritas, empati, dan komitmen tinggi terhadap keselamatan pasien,” pesannya.

Ketua IDI Wilayah Lampung dr. Josi Harnos MARS turut mengapresiasi sinergi lintas instansi yang berhasil mewujudkan PPDS Anestesiologi dan Terapi Intensif Unila.

Ia menilai kolaborasi tersebut berhasil mengubah rencana yang sebelumnya sebatas wacana menjadi program nyata untuk memperkuat kapasitas tenaga medis spesialis di Lampung.

Josi juga mengapresiasi pelaksanaan seminar bertajuk ‘What Next After Medical School’ yang digelar setelah pengukuhan. Menurutnya, materi seminar tersebut memberikan perspektif berbeda sekaligus membuka wawasan dokter muda mengenai arah pengembangan dan manajemen kesehatan profesional di masa mendatang. (Katharina)

Bagaimana Menurut Anda