Pemilu 2019 Menguras Banyak Energi, Perlu Jadi Pembelajaran

308
Kegiatan rekapitulasi surat suara di PPK Kecamatan Payaraman, Kamis (25/4/2019).

INDRALAYA-OI, BERITAANDA – Melelahkan serta menguras energi dan pikiran, inilah yang terjadi digelaran pemilihan umum presiden dan wakil presiden serta legislatif tahun 2019. Hal tersebut terlihat baik di pemungutan suara di TPS serta rekapitulasi di posko PPK di seluruh nusantara.

Selain hal tersebut, tak sedikit juga berjatuhan korban, baik yang dirawat karena mengalami drop. Bahkan ratusan orang meninggal dunia lantaran kelelahan yang mereka rasakan.

Beralih ke rekapitulasi hasil suara. Di Panitia Pemungutan Suara (PPK) dalam Kecamatan Payaraman  Kabupaten Ogan Ilir (OI) Sumatera Selatan (Sumsel) di hari ketiga, sebanyak 4 desa dengan jumlah 17 TPS baru terselesaikan. Sementara ada 8 desa lagi menunggu untuk dihitung hasil suara di tiap TPS dalam desa itu.

Menurut Ketua PPK Kecamatan Payaraman Ahmad Sabiq, penghitungan suara diprediksi masih sekitar  3 hari lagi. Untuk permasalahan saat perekapan tidak dijumpai kendala yang serius.

“Hanya ada kendala teknis, misal listrik padam dan perangkat laptop, selebihnya berjalan lancar. Mudah-mudahan dibawah tanggal 4 Mei ini semuanya bisa terselesaikan dengan baik,” ujarnya, Kamis (25/4/2019).

Sementara itu, Roihan salah satu saksi dari caleg Partai Berkarya mengatakan, gelaran pemilu kali ini mesti dikaji ulang oleh pihak terkait. Agar tak seperti saat ini, banyak menyita waktu dan energi yang berlebihan.

“Harapannya untuk pemilu kedepan, agar ditingkatkan lagi keefisiensinya. Kita ketahui sangat banyak berjatuhan korban, dan pemilu kali ini juga dijadikan pembelajaran berharga bagi penyelenggara pemilu,” pungkasnya. (Adie)

Bagaimana Menurut Anda