Pembuatan SKCK Bisa di Tempat Domisili Warga, Asalkan

675
Puluhan warga sedang mengurus SKCK di Polres Ogan Ilir, Selasa (23/7/2019).

INDRALAYA-OI, BERITAANDA – Beberapa pekan belakangan, Markas Polisi Resort Ogan Ilir (Mapolres OI) tampak lebih ramai dari biasanya. Bukan karena adanya kegiatan rutin dari pihak Porles OI, namun hal ini lantaran banyak warga yang mendaftarkan sidik jarinya serta ingin membuat surat keterangan catatan kepolisian (SKCK).

Saat ditemui di ruang kerjanya, Kasat Intelkam AKP. Eko Susanto SH kepada BERITAANDA menjelaskan, warga yang mendatangi sentra pelayanan SKCK sendiri beberapa pekan terakhir bisa ratusan orang, dan dalam waktu normal biasanya 20-25 orang per hari.

“Rata-rata beberapa pekan terakhir warga yang hadir membuat SKCK untuk keperluan mendaftar menjadi anggota BPD, dan juga untuk melamar pekerjaan lainnya. Sementara untuk biaya penguruasan tersebut, menurut PP 60 Tahun 2016 tentang biaya SKCK sesuai PNBP sebesar Rp30 ribu,” jelasnya, Selasa (23/7/2019).

Masih kata dia, untuk pelayanan SKCK sendiri, saat ini pindah sementara di ruangan lain. Mengingat ruangan pelayanan terpadu Polres OI yang biasa digunakan sedang diperbaiki.

“Terkait hal itu, pelayanan kami tetap maksimal. Kedepan, selain warga datang kesini, kami juga sudah mensosialisakan untuk jemput bola dalam pembuatan SKCK tersebut ke desa-desa melalui program unggulan Polres Ogan Ilir SMADES, yaitu SKCK masuk desa, bekerjasama dengan kades atau bhabinkamtibmas,” terang dia.

“Kalau mau dilakukan, kita lihat seberapa banyak pemohonnya, dan untuk sementara masih untuk desa di kecamatan yang dekat ibukota OI. Kalau sedikit, mungkin belum bisa dilaksanakan,” pungkasnya.

Sementara Andi, salah satu warga saat diwawancarai usai membuat SKCK, mengakui kalau pelayanan di sentra ini sudah cukup baik. Menurutnya, tidak ada kendala berarti. Soal tarif pun dirasa normal.

“saya rasa pelayanan disini sangat baik ya. Saya datang jam 9, dan sekitar 15 menit SKCK saya sudah selesai. Tapi kalo lagi banyak warga bisa antri, makannya saya datang pagi-pagi. Tarifnya sendiri pun normal,” tukas dia. (Adie)

Bagaimana Menurut Anda