Pemakaman Jenazah Covid-19 Sempat Terkendala, Ini Penjelasan Pemkot Gunungsitoli

104

GUNUNGSITOLI-SUMUT, BERITAANDA – Pemakaman jenazah Covid-19 di Kota Gunungsitoli berinisial SFM atau SM, sempat mengalami kendala penolakan oleh warga sehingga menimbulkan pemberitaan yang simpang-siur, baik di media online maupun di media sosial lainnya, Jumat (28/8/2020).

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Gunungsitoli, Onahia Telaumbanua menyampaikan, pemerintah kota telah mengalokasikan anggaran pengadaan tanah untuk pemakaman jenazah korban Covid-19.

Proses pengadaan tanah dimaksud telah dimulai cukup lama, baik pencarian lokasi, sosialisasi dan proses pengadaannya. Serta untuk mempercepat proses pengadaan, Pemerintah Kota Gunungsitoli telah menyurati Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Sumatera Utara melalui surat Nomor 460/4563/Dinsos/2020 tanggal 24 Juni 2020 yang lalu meminta agar proses pengadaan tanah pemakaman dapat melalui penilaian mandiri oleh perangkat daerah pengguna tanah, sehingga proses pengadaan tanah ini dapat dilaksanakan dalam waktu 1-2 minggu.

Namun, jawaban BPKP Provinsi Sumatera Utara melalui surat Nomor S-564/PW02/3.1/2020 tanggal 30 Juni 2020 menegaskan bahwa pengadaan tanah pemakaman ini tetap harus menggunakan hasil penilaian jasa penilai atau penilai independent, sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 148 Tahun 2015. Sehingga dalam prosesnya membutuhkan waktu yang relatif lebih lama karena harus melalui beberapa tahapan meliputi seleksi jasa konsultan penilai dan proses penilaian konsultan di lapangan.

“Konsultan jasa penilai independent harus didatangkan dari luar daerah Kepulauan Nias,” tambah dia.

Selanjutnya, menindaklanjuti jawaban BPKP Provinsi Sumatera Utara, maka Pemerintah Kota Gunungsitoli melakukan proses dimaksud dan ditetapkan lokasi pemakaman adalah di Desa Fadoro You Kecamatan Gunungsitoli Alo’oa.

“Sebelum proses pengadaan tanah ini telah, dilakukan sosialisasi kepada masyarakat,” pungkas dia. (Ganda)

Bagaimana Menurut Anda