Pastor Paroki St. Fransiskus Assisi Laverna: Gedung Serbaguna St. Yakobus Aset Gereja Bukan Milik Pribadi

366

GUNUNGSITOLI-SUMUT, BERITAANDA – Pastor Paroki St. Fransiskus Assisi Laverna serta Pastor Fidelis Mendrofa, OFMCap menyampaikan bahwa pengambil alihan gedung serbaguna St. Yakobus Laverna Nias Gunungsitoli dari Izanulo Duha alias Clara Duha, adalah tindakan sah dan berdasar. Sebab, dana kemanusiaan Kompas telah mengembalikan pengelolaan gedung serbaguna tersebut kepada Ordo Kapusin Nias.

“Pada tahun 2009, dana kemanusiaan Kompas dan Rotary Club memberikan sumbangan pembangunan gedung serbaguna Santa Yakobus, klinik dan panti asuhan. Izanulo Duha pada saat itu masih seorang suster yang ditugaskan oleh pimpinan OSF untuk berkarya ditempat itu. Jadi dari awal donatur menberikan bantuan kepada gereja, bukan kepada pribadi,” Kata Fidelis Mendrofa, OFMCap didampingi oleh petugas Pastoral Paroki Fr. Erick Dj Gultom OFMCap, Pastor Pius Fatoro Ndruru OFMCap, Suster Lucia Tumanggor OSF dan Pimpinan Komunitas ST. Angela Cabang Gunungsitoli Suster Sipriana Hulu OSF, Kamis [11/11].

Selanjutnya, selama menjadi pengelolah, Izanulo Duha tidak menunjukkan ketaatan kepada pimpinan, tidak mau bekerjasama dengan suster-suster yang diutus pimpinan OSF. Tidak memberikan laporan atas karya yang ditangani, termasuk tidak mau memberi laporan pertanggung jawaban keuangan pengelolaan panti dan klinik serta laporan sumbangan-sumbangan yang masuk.

“Hal ini sudah lama diingatkan kepadanya agar mengelola karya dengan transparan dan bertanggung jawab, namum hal ini tidak berhasil. Prosesnya bukan hanya setahun tetapi sampai 4 tahun lebih kongregasi, dan gereja bersabar memberikan kesempatan Izanulo Duha berubah. Akan tetapi sebelum dikeluarkan sebagai suster karena alasan ketidaktaatannya, ternyata tanpa sepengetahun kongregasi dan gereja, Clara Duha malah mendirikan Yayasan Karya Fa’ omasi Zo’ aya yang organ-organ yayasannya adalah keluarganya sendiri,” ungkapnya.

Pada tahun 2015, Gereja Katolik secara resmi mengeluarkan Izanulo Duha dari statusnya sebagai suster Clara Duha OSF, dan dikuatkan oleh keputusan Pengadilan Negeri, Pengadilan Tinggi dan Mahkamah Agung.

Setelah bukan lagi sebagai seorang suster, dana kemanusiaan Kompas mencabut hak pengelolaan gedung terhadap dirinya, dan menyerahkan kepada pimpinan Ordo Kapusin Nias serta pimpinan kongregasi OSF untuk menunjuk pengelola gedung bantuan dana kemanusiaan kompas menggantikan Izanulo Duha.

“Setelah beberapa kali diberikan pemberitahuan dan kesempatan kepada Izanulo Duha untuk meninggalkan gedung secara baik-baik dan menyerahkan aset kongregasi dan gereja kepada pihak yang ditunjuk, namun Izanulo Duha tidak peduli dan tetap menguasai gedung dan malah memperalat anak-anak panti asuhan sebagai tameng ketika dilakukan upaya pengambil alihan gedung serbaguna tersebut,” terangnya. [Ganda]

Bagaimana Menurut Anda