Pasca Tenggelamnya Warga, Pemdes Tebedak II Pasang Pembatas di Sungai Pinang Rayan

198
Perangkat Desa Tebedak II memasang pagar dari bambu, membuat pembatas di pinggiran Sungai Pinang Rayan.

INDRALAYA-OI, BERITAANDA – Pasca meninggalnya pria asal Kecamatan Belida Darat Kabupaten Ogan Ilir, lantaran tenggelam di aliran Sungai Pinang Rayan yang membelah Desa Tebedak I dan II, Rabu (3/2) sore kemarin. Pemerintah Desa Tebedak II Kecamatan Payaraman akhirnya membuat batas dengan batang bambu di pinggiran sungai tempat kejadian naasnya pria yang menikah dengan warga desa setempat itu.

Kepala Desa Tebedak II, Jamhuri menjelaskan, apa yang dilakukan sebagai upaya pencegahan agar masyarakat tidak terlalu asyik berendam di sungai itu, mengingat air sedang dalam dan deras.

“Kejadian kemarin semoga tidak terulang, meninggalnya korban kemarin mudah-mudahan jadi pelajaran bagi semua warga, khususnya dua desa yang bertetangga. Kami selaku Pemerintahan Desa Tebedak II mengucapkan bela sungkawa dan turut prihatin atas musibah tersebut, kepada masyarakat untuk selalu berhati-hati dalam beraktifitas, termasuk di sungai ini,” ujarnya, Kamis (4/2) sore.

Di sela pemasangan bambu sebagai pembatas di pinggiran sungai itu, Jamhuri juga mengajak warga untuk menjaga aliran sungai agar tidak dijadikan tempat pembuangan sampah.

“Sungai Pinang Rayan merupakan salah satu urat nadi bagi warga dua desa, disini warga sering melakukan aktifitas mandi, cuci pakaian dan keperluan rumah tangga lainnya, hendaknya warga tetap menjaga agar aliran sungai tetap bersih,” imbuhnya.

Selain itu, sambungnya, sungai ini juga bernilai historis, karena di paling hulunya sungai ini dialiri air dari mata air dari gua atau liang yang disebut ‘Pinang Rayan’ yang menjadi peninggalan masa lalu. (Adie)

Bagaimana Menurut Anda