Panas! Gubernur Sumut Kesal ke Bobby Mantu Jokowi: Jangan Bikin Aku Marah

32

MEDAN, BERITAANDA – Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi minta Walikota Medan yang juga menantu Jokowi Bobby Nasution tidak membuatnya marah. Sebab Bobby Nasution mengaku tak tahu menahu soal lokasi karantina WNI yang datang dari luar negeri.

Gubernur Edy mengaku heran Bobby Nasution tak mengetahui lokasi karantina tersebut. Padahal, kata Edy, perwakilan Pemerintah Kota Medan yakni Plh Kepala Dinas Kesehatan Meda, Syamsul Nasution sempat hadir dalam rapat koordinasi penanganan Covid-19 Sumatera Utara beberapa waktu lalu.

Edy pun meminta Syamsul untuk memberitahu Walikota Bobby soal lokasi karantina WNI dari luar negari yang datang ke Sumut tersebut. Selain itu, Gubernur Edy juga meminta Bobby Nasution agar lebih sigap, jangan nanti ada alasan tidak tahu menahu lagi.

“Kamu (Syamsul) beritahu itu, jangan nanti bilang nggak tahu lagi. Aku lama-lama jadi marah aku ini,” ujar Gubernur Edy Kamis kemarin.

Edy Rahmayadi juga menegaskan, apabila ia marah ia tak akan pandang bulu sekalipun orang itu adalah menantu Presiden Jokowi.

“Tak ada urusan sama aku itu siapapun dia. Jangan bikin aku marah, kalau aku marah nggak peduli aku siapa dia,” tegasnya.

Sebelumnya, Walikota Medan Bobby Nasution melayangkan protes kepada Gubernur Sumut Edy Rahmayadi soal lokasi karantina WNI yang baru tiba dari luar negeri.

Menurut Bobby, Pemprov Sumut menentukan lokasi karantina WNI yang baru tiba dari luar negeri di Medan namun tak berkoordinasi dengannya.

Menantu Jokowi ini mengatakan, ada lima hotel dan beberapa kantor milik Pemprov Sumut yang dijadikan lokasi karantina WNI yang baru tiba dari luar negeri. Seharusnya, kata Bobby, Pemprov Sumut memberi tahu Pemkot Medan soal lokasi karantina itu.

“Ini karantina adanya di Medan dibuat. Memang warga negara aaing (WNA) di Deli Serdang dekat bandara, untuk di Medan ada beberapa hotel dan kantor dinas kita bilang milik provinsi bukan Kota Medan. Karena wilayahnya provinsi, tapi kami meminta agar Kota Medan diberi informasi lebih lanjut,” ujarnya.

Jawaban Bobby

Bobby Nasution memberikan penjelasan soal tudingan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi yang geram lantaran Pemkot Medan tidak mengetahui adanya karantina WNI di Medan.

Bobby mengatakan, pernyataan protesnya tidak bermaksud tertentu sampai menimbulkan kegaduhan, namun lebih kepada permintaan untuk dilibatkan dalam penanganan Covid-19. Pemkot Medan juga sudah mengecek lokasi karantina, dan ditemukan ketidaksesuaian.

“Itu makanya kemarin, kami menanyakan di mana karantinanya (WNI di Medan). Dikatakan per tanggal 1 di hotel sudah tidak ada, kita cek rupanya masih ada,” kata Bobby Nasution, Kamis (6/5) sore.

Menantu Presiden Jokowi ini mengaku, informasi bahwa hotel karantina telah ditutup pada tanggal 1 Mei didengarnya via telpon dari Gubernur Sumut Edy Rahmayadi dengan Dinas Kesehatan.

“Tapi kita cek masih ada, ini yang sebenarnya kami pertanyakan,” kata Bobby.

Bobby mengatakan, pihaknya tidak ada maksud tertentu dalam mempertanyakan lokasi karantina di Medan.

“Kita bukan mau apa-apa, kalau itu masih (beroperasi), izinkan juga personel kami untuk membantu yang di sana yang ada di hotel-hotel, karena apa tadi, keluarga WNI yang datang ke hotelkan gak mungkin dihalangi untuk ketemu keluarga-nya,” ujarnya.

Bobby mengilustrasikan jika satu hotel terdapat ada 100 WNI, maka saat ada dua orang saja sanak saudara yang datang dikhawatirkan terjadi kerumunan pelanggaran protokol kesehatan.

“Ha ini gimana prokes-nya, biar petugas kami ikut membantu, tidak ada lebih dari itu,” imbuhnya.

Pihaknya harus menginformasikan ke seluruh masyarakat kota Medan bagaimana kondisi perkembangan Covid-19 Kota Medan.

Untuk itu, ia berharap pihak Pemkot Medan juga diberitahu dan dilibatkan dalam penanganan karantina WNI di Medan.

“Kalau (karantina) tetap di Medan, diinformasikan hotel-hotel mana saja, karena hotel tempat karantina ini kan masyarakat belum tahu tiba-tiba ada yang nginap disitu, saya katakan kemarin bagaimana saat pada saat sahur buka kalau bergabung sama WNI seperti apa,” ungkapnya.

“Belum lagi kemarin dapat keluhan dari keluarga WNI yang hadir ini kan harus ada penanganannya,” sambungnya. [suara.com]

Bagaimana Menurut Anda